Manding, NU Online Sumenep
Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Manding, KH. Syarbini Latief mengingatkan untuk tidak mencampuradukkan segala urusan yang berkaitan dengan Nahdlatul Ulama dengan partai politik. Sebab menurutnya, NU sudah jelas kembali ke khittah.
“Tunjukkan bahwa NU itu kembali ke khittah. Jangan campuradukkan urusan NU dengan partai politik. Jangan menggunakan kebesaran NU hanya untuk kepentingan partai politik,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan di acara Bahstul Masail bulanan, Ahad (3/7/2022).
Ajakan Kiai Syarbini cukup beralasan, dalam perjalanan sejarah, NU di Kecamatan Manding bisa dikatakan cukup rumit. Sebab selalu bertentangan dengan kebijakan perintah yang di dalamnya memuat kepentingan partai sesaat.
“Bahkan pernah terjadi penangkapan para kiai yang dikirim ke salah satu Polsek di daerah Sumenep karena tidak mau bekerjasama dengan pemerintah yang sedang berkuasa pada saat itu,” tambahnya.
Setelah kejadian itu, para kiai melawan dengan cara menggelar doa bersama di alun-alun Sumenep. Hal itu dilakukan untuk menolak kebijakan pemerintah yang sangat merugikan terhadap keberlangsungan NU Sumenep secara umum dan Manding secara khusus.
Beberapa tahun kemudian, NU memutuskan kembali ke khittoh. Sebagai organisasi sosial keagamaan berpahamkan Ahlussunah wal Jama’ah tidak mencampuri urusan politik praktis.
“Tapi NU akan tetap berpolitik kebangsaan demi perdamaian dunia,” tegasnya.
Selain itu, Kiai Syarbini Latief mengingatkan pentingnya membedakan urusan NU dengan politik karena mendekati tahun pemilu di 2024. “NU itu besar dan jangan dijadikan media untuk kepentingan pribadi bahkan parpol,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

