Manding, NU Online Sumenep
Konsolidasi organisasi yang dikemas dengan Bahstul Masail kembali digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Manding. Kali ini, giliran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Giring sebagai tuan rumah, tepatnya di kediaman Kiai Taufikur Rahman, Ahad (3/7/2022).
Selain dihadiri oleh jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU, badan otonom (banom) dan PRNU se-Kecamatan Manding, juga turut hadir warga setempat sebagai upaya memperkuat basis di akar rumput.
Rais MWCNU Manding, Kiai Sahirun mengajak kepada seluruh pengurus NU maupun banom, untuk mengupayakan bagaimana pertemuan bulanan tersebut rutin dilakukan. Selain sebagai ajang konsolidasi organisasi, juga dalam rangka memperkuat basis di akar rumput.
“Nikmat paling besar dan harus dipertahankan yakni agenda pertemuan, dalam rangka menghijaukan bumi Manding dengan bendera Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.
Ia pun meminta agar kecintaan terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama terus ditingkatkan. Sebab hal tersebut merupakan bagian dari mencintai Rasulullah SAW dan para penerus ajarannya.
“Mari tanamkan kecintaan kepada NU sebagai wujud kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dan para penerus ajarannya,” tambahnya.
Ikhtiar memperkuat basis di akar rumput juga diwujudkan dalam bentuk santunan yang rutin dilaksanakan setiap kali Bahtsul Masail dan Konsolidasi Organisasi. Dalam hal ini NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Manding turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan tersebut.
Ketua NU Care LAZISNU Manding, Makhtum mengatakan bahwa santunan yang dilaksanan rutin setiap bulan itu sebagai wujud konkret dalam menebar manfaat kepada masyarakat. Sebagaimana sabda Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat kepada sesama.
“Oleh karena itu kami beserta teman-teman yang lain berusaha sebisa mungkin untuk tetap menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Makhtum berharap, santunan bulanan bisa istiqamah dilaksanakan. Tentu dengan tetap menjaga solidaritas antar sesama pengurus agar semangat dalam menggalang dana dari para donatur untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan.
“Lebih-lebih kepada para janda, anak yatim dan para dhuafa lainnya,” pungkasnya.
Bahtsul Masail bulanan tersebut juga diisi dengan pengajian kitab Sullamut Taufiq yang diampu oleh KH. Thoha Mawardi. Kemudian dilanjutkan dengan membahas materi Bahstul Masail ‘Hukim Calon Suami yang Radikal’.
Editor: Ibnu Abbas

