Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
KH Asep Saifuddin Chalim, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menuturkan bahwa para pendidik harus siap dan mau memantaskan diri menjadi seorang guru yang baik.
Hal itu disampaikannya saat mengisi acara Halaqah Guru dan Pelantikan Kepala Satuan Pendidikan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep dengan tajuk ‘Revitalisasi Nilai-Nilai Pengabdian Guru Pondok Pesantren Annuqayah yang Berwawasan Ahlussunah wal Jama’ah’, Ahad (03/07/2022) di Auditorium Asy-Syarqawi Guluk-Guluk.
“Guru harus bisa bertindak profesional, tidak hanya memiliki gelar sarjana saja tapi juga harus memiliki karakter pendidik yang tertanam dalam diri dan jiwanya,” tegas beliau.
Menurutnya, kampus-kampus yang mencetak para guru, selain membekali dengan ilmu profesional, juga harus membentuk karakter para calon guru sehingga siap diterjunkan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik nantinya.
“Di sinilah urgensi melahirkan guru-guru berkualitas, guru yang mampu membangkitkan semangat besar dalam diri anak untuk menjadi aktor perubahan peradaban dunia dan guru yang mampu menjadi uswah bagi para muridnya,” terang Kiai Asep.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto ini menambahkan, tujuan pendidikan bukan hanya sekadar cerdas intelektualnya tapi jauh lebih penting dari itu, yakni perubahan perilaku yang baik.
“Jadi, itu semua merupakan tugas dari guru yang baik. Kriterianya yaitu memiliki usaha keras untuk memperbaiki kompetensinya, keilmuannya, kualitas yang diajarkannya, dan memiliki komitmen yang baik agar peserta didik cepat paham terhadap apa yang telah disampaikan,” tambahnya.
Di luar itu semua, lanjutnya, guru adalah salah satu ujung tombak pendidikan. Di tengah berbagai serangan invasi budaya barat, guru mempunyai peran sebagai kunci pendidikan.
“Artinya, guru memiliki andil sebagai filter budaya sekaligus berperan mengantarkan suksesi masa depan peserta didik. Jika guru sukses mendidik maka kemungkinan besar murid-muridnya akan meraih kesuksesan pula,” lanjutnya.
Lantas, ia menerangkan, peran guru sangatlah vital sebagai pembentuk kepribadian, visi, misi serta cita-cita anak didiknya di masa mendatang. Di balik kesuksesan yang diraih oleh murid, selalu ada peran guru yang baik di balik kesuksesan itu.
“Guru adalah pendidik, bukan sekadar pengajar. Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi lebih dari itu, yakni mendidik. Mendidik bukan hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi menjadi contoh teladan, menumbuhkan karakter dan sumber inspirasi bagi para peserta didik,” sambungnya.
“Maka dari itu, di pesantren yang kami asuh dituliskan tagline, ‘Jadilah guru yang baik atau tidak sama sekali.’ Juga ‘Tidak ada murid yang bodoh, tetapi mereka belum mendapatkan kesempatan diajari oleh guru yang baik’,” pungkasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

