Image Slider

Latee 1923 Luncurkan Program Beasiswa Santri

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Latee 1923 suatu lembaga yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan meluncurkan program beasiswa santri. Penyerahan beasiswa tahap 1 yang menyasar santri yatim ini dipusatkan di Mushala Rayon KH Ahmad Basyir kompleks Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Ahad (03/07/2022).

Pengasuh Pesantren Annuqayah Latee, KH Abd A’la Basyir dalam kesempatan ini berpesan agar penerima beasiswa tidak merasa hidup sendiri. Sebab, banyak pihak yang peduli dan berikhtiar untuk terus membantu.

“Anak-anakku, jangan pernah kalian merasa hidup sendiri. Jangan merasa putus asa untuk terus belajar meskipun ditinggal orang tua,” ujar Pembina Latee 1923 ini.

Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini pun berpesan kepada wali santri yatim untuk terus mendoakannya agar betah menimba ilmu di pondok pesantren. “Karena di pondok bukan hanya diajari menjadi anak pintar, tetapi juga dididik untuk berakhlak,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Pengasuh Pesantren Annuqayah Latee Kiai M Ainul Yaqin menuturkan, bahwa Yayasan Latee 1923 merupakan lembaga yang diinisiasi alumni Pesantren Annuqayah Latee yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

“Salah satu programnya adalah kegiatan hari ini, yaitu bantuan beasiswa santri dalam bentuk bebas biaya pendidikan di madrasah lingkungan Pesantren Annuqayah untuk yatim,” terangnya.

Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Guluk-Guluk ini menyebutkan, ke depan Latee 1923 di bidang sosial akan terus berusaha untuk membantu santri yatim, tidak mampu, dan berprestasi. “Ini merupakan bagian komitmen lembaga ini,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Latee 1923 Kiai Ahmad Fawaid menyebutkan, penyaluran beasiswa santri tahap 1 tersebut menyasar 11 santri yatim dengan batas usia maksimal 15 tahun. “Mereka tersebar di Pesantren daerah Latee (putra), Latee 1, dan Latee 2,” ucapnya.

Ia menjelaskan, beasiswa yang berlaku selama 1 tahun tersebut besaran biaya yang diperoleh masing-masing anak yatim tidak sama. Akan tetapi disesuaikan dengan biaya di jenjang pendidikan yang ditempuh masing-masing santri di lingkungan Pesantren Annuqayah.

“Dan penyalurannya mereka menyerahkan disposisi dari Latee 1923 untuk ditukar dengan kwitansi lunas dari panitia,” kata dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) ini.

Adapun dana yang disalurkan diperoleh dari alumni dan orang-orang yang peduli akan masa depan pendidikan pesantren.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga