Gapura, NU Online Sumenep
Saat seseorang mendengar kabar bahwa diantara keluarga dan sahabat akan menikah, tentu merasakan kebahagiaan yang mendalam. Seperti halnya dirasakan oleh Sahabat Ibnu Abbas yang melepas masa lajangnya dengan menikahi Raudhatul Jannah putri dari bapak Moh. Zaini dan Ibu Zaima, Jum’at (27/11/2020).
Firdausi menyitir hadits Nabi, idza tazawwaja rajulu, faqad istakmala nishfa ad-din. Yang artinya, apabila seorang laki-laki telah menikah, maka benar-benar telah menyempurnakan separuh agama.
Ketua Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut mencopas dawuh KH. Marzuqi Mustamar bahwa saat menikah problem agamanya separuh terselesaikan. Jika dianalogikan dalam dunia perkuliahan, menikah sudah dikategorikan separuh SKS. Artinya, menikah SKSnya sangat tinggi.
“Bertakwalah kepada Allah SWT untuk menyelesaikan sisa SKS tersebut,” pintanya dengan penuh harapan.
Selanjutnya, ia berpesan kepada Pemimpin Redaksi NU Online Sumenep untuk berpuasa dimasa pingitan. Karena hakikatnya pernikahan merupakan peristiwa keagamaan, bukan sekedar peristiwa kebudayaan.
Wakil Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut berpesan kepada kader terbaiknya untuk menjadikan masa pernikahan sebagai batu pijakannya dalam beribadah kepada Allah SWT dan bisa membimbing istrinya.
“Sebuah keluarga disebut mitsaaqon gholidhon atau ikatan kokoh antara suami-istri, hakikatnya didasari saling menerima kekurangan antar satu sama lain demi mendatangkan manfaat dan barakah,” ungkapnya.
Di kesempatan yang berbeda, A. Habiburrahman selaku Sekretaris LTN NU Sumenep ikut serta mendoakan agar pernikahannya langgeng hingga maut memisahkan.
“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” pungkasnya dengan doa.
Akad nikah dilaksanakan pada pukul 07.00 dikediaman mempelai wanita. Turut hadir KH. Muhammad Ali Fikri selaku guru Abbas sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Guluk-Guluk, juga KH. A. Munif Zubairi selaku pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin Gapura, dan saat acara resepsi dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, Lambaga, Badan Otonom NU, dan BMT NU Gapura.
Kontributor: Ahmad Sanusi
Editor: Ach. Khalilurrahman

