Pragaan, NU Online Sumenep
Pada hari Senin malam (10/5/2021), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pragaan mengakhiri kegiatan khatmil Qur’an bersama seluruh pengurus lembaga dan Ranting NU di auditorium setempat.
Setelah KH Asnawi Sulaiman membacakan doa, acara dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Kiai Syawali Tamam selaku Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan.
Beliau mengajak pada warga NU untuk mengedepankan yang afdhal. Jika mengerjakan pekerjaan yang terkesan penuh kenikmatan dunia, maka rezekinya kurang berkah.
“Biasanya cukup 1 tahun, malah sering kekurangan. Amalkanlah kebaikan dan kewajiban agar kehidupan kita tercukupi,” sergahnya.
Tak lupa juga, ia menganalogikan seseorang yang sedang mengambil wudhu sebelum adzan berkumandang dan bersiap-siap di tempat ibadahnya.
“Saat ini warga mengambil wudhu setelah adzan selesai. Yang paling parah lagi mereka menjadi makmum masbuq,” curahnya.
Contoh di atas menurutnya adalah potret sikap kader saat berjamiyah. Karena sebagian pengurus hadir ke acara tidak tepat waktu dan bersikap semaunya tanpa melihat aturan.
“Ingat, jangan sekali-kali menyalahkan pemimpin. Karena pada dasarnya kita yang keliru,” pintanya.
Di kesempatan yang sama, KH Ahmad Junaidi Mu’arif menyampaikan pesan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep yang menginginkan khatmil Qur’an dilaksanakan setiap bulan.
“Fadhilah Al-Qur’an sangat banyak, bisa menyembuhkan penyakit, melapangkan rezeki, dan lainnya. Semoga pasca lembaran, kegiatan ini terlaksana di masing-masing ranting yang dibarengi dengan lailatul ijtima,” pungkasnya.
Pewarta: Firdausi
Editor: Ach Khalilurrahman

