Oleh: Firdausi
Banyak cara yang dilakukan oleh warga Nahdliyin untuk memeriahkan momen Peringatan Hari Santri 2020 Oktober lalu.
Demi mengenang jasa para kiai dan santri yang menumpahkan darahnya untuk mempertahankan tanah air tercinta dari rongrongan penjajah tersebut, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Sumenep mengagendakan untuk menggelar acara. Agar acara dapat berjalan dengan maksimal, para pengurus menggelar rapat.
Seluruh musyawirin menyimak jalannya rapat sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang disajikan oleh ketua panitia di kediamannya.
Salah satu keputusannya adalah sebelum apel digelar, panitia harus melakukan gladi bersih. Kemudian dibentuklah tugas-tugas khusus bagi masing-masing orang.
Kiai: Kami minta kepada A untuk menjadi komandan upacara dan besok melakukan gladi bersih di depan kantor.
A: siap kiai, sahutnya sambil asik menikmati makanan ringan.
Setelah rapat selesai dan hasil kesepakatannya diamini oleh ketua sidang. Tak disangka, suatu peristiwa terjadi.
Kiai: Malam ini sudah ada gladi bersih.
A: Bukannya besok Kiai gladi bersihnya, sahutnya sambil melongo.
Kiai: Malam ini, kamu sudah menggladi bersih makanan ringan tersebut.
A: *$%/$##*
*) Direktur NU Online Sumenep

