Image Slider

Pengabdian Tanpa Pamrih Menurut Katib NU Lembung Barat

Lenteng, NU Online Sumenep

Pengabdian tanpa keikhlasan akan membawa bencana yang tiada akhir. Keikhlasan tanpa dibarengi dengan pengabdian adalah usaha yang teramati sia-sia. Karena akan menimbulkan lautan kosong yang banyak membuang energi.

“Pengabdian merupakan suatu perjuangan yang sangat berharga, akan tetapi setiap pengabdian membutuhkan pengorbanan baik secara jasmani dan rohani. Setiap perjuangan mempunyai nilai yang tinggi bagi Allah SWT, jika perjuangan itu didasari dengan hati yang ikhlas,” kata Kiai Marjuddin Katib Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep pada Selasa (22/02/2022) di kediamannya Dusun Daja Songai.

Guru senior Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin Lembung Barat ini menegaskan, ikhlas merupakan salah satu perilaku seseorang yang mengerjakan sesuatu tanpa pamrih atau tidak mengharapkan imbalan apapun dari orang lain.

“Seseorang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas tidak pernah mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Seseorang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas hanya mengharapkan ridha dari Allah,” tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Ikhlas itu terbagi menjadi tiga tingkatan. “Tingkat yang paling tinggi, yaitu melakukan amal ibadah bukan karena mengharapkan Surga, tingkat sedang, yaitu melakukan amal ibadah karena mengharap balasan (pahala) di akhirat, dan tingkat paling rendah, yaitu melakukan amal ibadah dengan mengharapkan balasan di dunia, seperti : kekayaan, kesehatan, keamanan dan lainnya,” jelas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa itu.

Beliau juga mengungkapkan, perbuatan yang berlandaskan keikhlasan akan lebih mudah untuk diterima di sisi Allah SWT. Seseorang yang melakukan sesuatu dengan tidak ikhlas akan memudahkan timbulnya sifat riya dalam diri orang tersebut.

“Sifat riya termasuk dalam akhlak mazmumah yang harus dihindari oleh umat Islam. Karena sifat riya merupakan salah satu perbuatan atau sifat  yang mengarahkan seseorang untuk syirik kepada Allah SWT,” tambahnya.

Sosok yang istiqamah dan giat dalam mengabdikan diri di PRNU Lembung Barat ini juga mengingatkan, keikhlasan sangat diperlukan dalam pengabdian, karena dengan keikhlasan pengabdian akan menjadi berguna dan bermanfaat bagi semua orang. Namun sebaliknya pengabdian tanpa keikhlasan yang ada hanya sifat iri dan dengki serta menghalalkan segala cara dalam memberikan pelayanan dalam pengabdiannya.

“Keikhlasan atau pengalaman di zaman sekarang sangat jarang terhitung langka karena zaman sekarang yang menjadi pengabdian adalah nafsu. Dengan nafsu maka manusia menjual semua harga dirinya tanpa adanya konsekuensi yang ia korbankan demi nafsunya. Karena bila nafsu sudah berbicara maka yang ada adalah penyimpangan dalam pengabdian. Sehingga begitu banyak masalah dan kasus yang terjadi di depan matanya,” ungkapnya.

Guru Madrasah Diniyah Khairul Wira’ie Lembung Barat itu juga membeberkan, pengabdian dan keikhlasan memberikan suasana yang damai dan tentram sehingga tercipta dan kemakmuran dalam segala hal karena pengabdian yang didasarkan pada keikhlasan.

“Bukan sebaliknya mengabdi hanya di atas batu loncatan untuk mendapatkan harta yang berlimpah serta kekuasaan yang tiada batas dan hukumnya,” imbuhnya.

“Seandainya negeri ini dapat menampilkan manusia-manusia yang mengabdikan dirinya untuk negara dengan ikhlas dan tulus, maka kemiskinan akan hilang dan pemerataan serta keseimbangan bagi seluruh warga negaranya. Semoga Indonesia ke depan memiliki pemimpin yang mengabdikan dirinya secara tulus dan Ikhlas sehingga tercipta kemakmuran yang kita cita-citakan,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga