Image Slider

Ketua Ansor Sumenep Ajak Pelajar Teladani Kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Lenteng, NU Online Sumenep

Dalam sebuah riwayat, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pernah ditanya oleh muridnya yakni Syekh Muhammad bin Qaid Al-Awani tentang bagaimana membangun kesuksesan hidup.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kiai Qumri Rahman saat mengisi kegiatan Pengajian Akbar dalam rangka Isra’ Mi’raj dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-99 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat dan Yayasan Nurul Yaqin Lembung Barat pada Senin (28/02/2022) di Aula Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Nurul Yaqin, Dusun Daja Songai, Desa Lembung Barat, Lenteng.

“Seketika itu, Syekh Abdul Qadir pun menjelaskan bahwa dirinya menjunjung kejujuran. Dengan memegang teguh kejujuran, Syekh Abdul Qadir selamat dari perbuatan jahat para perampok saat ia dalam perjalanan menuntut ilmu ke Baghdad. Kisah ini pun diceritakan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kepada muridnya itu,” kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep.

Dijelaskan pula, saat kecilSyekh Abdul Qadir meminta izin pada ibunya pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu. Ibunya pun mengizinkan dan memberikan uang sebagai bekal dalam perjalanan menuju Baghdad. Uang sebanyak empat puluh dinar itu diselipkan dilipatan pakaian, tepatnya di bawah ketiak Syekh Abdul Qadir.

“Sebelum berangkat, ibunya berpesan agar Syekh Abdul Qadir senantiasa jujur dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo ini mengungkapkan, Syekh Abdul Qadir pun kemudian berangkat dengan rombongan kecil yang hendak menuju Baghdad. Saat sampai di wilayah Hamdan, rombongan yang akan pergi ke Baghdad itu pun dihadang oleh para perampok.

“Para perampok pun merampas semua harta benda orang-orang yang akan berangkat ke Baghdad itu,” terangnya.

“Hingga tiba saat Syekh Abdul Qadir didekati salah satu perampok yang menanyakan tentang harta benda yang dibawanya. Seketika Syekh Abdul Qadir pun menjawab bahwa ia membawa uang empat puluh dinar,” lanjut kiai asal Batuan itu.

Kiai Qumri juga mengungkapkan bahwa pada saat itu, Syekh Abdul Qadir pun menunjukkan letak di mana uangnya disimpan. Namun perampok yang bertanya itu meragukan jawaban Syekh Abdul Qadir yang masih kecil dan menganggapnya hanya sebagai candaan. Tetapi saat perampok lainnya bertanya tentang hal yang sama. Syekh Abdul Qadir pun menjawab seperti yang diutarakan sebelumnya.

“Hingga kemudian para perampok itu mengadu pada pemimpinnya. Pimpinan perampok pun lantas menghampiri Syekh Abdul Qadir dan menanyakan tentang harta yang dibawanya. Syekh Abdul Qadir pun kembali menjelaskan bahwa dirinya membawa uang empat puluh dinar yang diletakan di lipatan baju. Pimpinan perampok itu lantas merobek jahitan baju yang berada di bawah ketiak Syekh Abdul Qadir dan mendapati uang sebesar empat puluh dinar itu,” ungkapnya.

Dirinya juga membeberkan, bahwa pimpinan perampok pun terheran. Hingga bertanya pada Syekh Abdul Qadir tentang apa yang membuatnya begitu saja mengaku tentang harta yang dibawanya yang akan dirampok.

“Syekh Abdul Qadir pun menjawab bahwa ia teringat pesan sekaligus janji pada ibunya agar selalu jujur. Sebab itulah syekh Abdul Qadir memberitahu harta yang dibawanya pada perampok,” katanya.

“Mendengar jawaban Syekh Abdul Qadir, pimpinan perampok itu tersungkur dan menangis. Ia pun langsung menyatakan tobat atas perbuatannya. Seketika anak buahnya pun mengikuti bertobat dan mengurungkan niat untuk merampok harta benda rombongan yang hendak pergi ke Baghdad,” sambungnya.

Di Akhir penyampaiannya, beliau mengutip dalam kitab Fathul Ghaib yang juga dikutip dalam Samudra Hikmah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani yang menuliskan bahwa Syekh Abdul Qadir pertama kali masuk kota Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Al-Mustadhir Billah Abdul Abbas Ahmad bin Al-Muqtadi bi Amrillah Abul Qasim Abdullah Al-Abbasiy tepatnya pada tahun 488 hijriyah atau 1095 masehi.

“Mari para pelajar yang saat ini masih menimba ilmu di Lembaga Pendidikan Yayasan Nurul Yaqin Lembung Barat, tirulah kisah inspiratif dari kejujuran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ini sebagai kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan,” pungkasnya.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga