Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Dalam agama Islam, sikap saling menghormati dan menghargai tidak hanya ditujukan kepada makhluk yang bernyawa saja, tapi juga kepada mereka yang telah meninggal.
Hal itu disampaikan langsung oleh KH Ahmad Madzkur Wasik pada acara Pengajian Umum dalam rangka Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Ahad (06/03/2022) di aula setempat.
“Adab dalam bersikap pada mereka yang telah meninggal telah diatur dalam agama Islam,” kata pengasuh Pondok Pesantren An-Najah 1 Karduluk, Pragaan itu.
Menurut alumni Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk–Guluk ini, meskipun seseorang telah meninggal, namun nama dan kenangannya masih membekas dalam hati dan ingatan orang yang ditinggalkan.
“Beberapa pembicaraan mengenai mereka yang sudah meninggal pun sering dilakukan, baik mengenai kebaikannya maupun keburukannya. Namun apakah hukum membicarakan orang yang sudah meninggal seperti ini diperbolehkan dalam Islam?” tanyanya kepada para hadirin.
“Dalam agama Islam, menceritakan keburukan mereka yang telah meninggal sama saja dengan ghibah hingga nanti timbul fitnah. Dari itu, hal ini dilarang,” tambahnya.
Beliau juga menegaskan, bahwa Allah SWT juga telah menjelaskan mengenai buruknya ghibah, baik kepada yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
“Allah berfirman, ‘Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang’. (QS. Al-Hujurat: 12),” tegasnya.
Dzurriyah Bani Syarqawi ini juga menjelaskan, sebaiknya seorang muslim itu menceritakan kebaikan orang yang telah meninggal dunia.
“Justru kita dianjurkan untuk memperbanyak menceritakan kebaikan yang sudah meninggal agar ia lebih mudah masuk ke dalam surga,” jelasnya.
Di akhir penjelasannya, beliau mengajak kepada para hadirin untuk mengimplementasikan kegiatan Isra’ Mi’raj ini dengan cara menambah nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sehingga nantinya bisa meraih ridla-Nya.
Sementara itu, Amiruddin yang mewakili Kepala Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk mengatakan dalam sambutannya bahwa acara Isra’ Mi’raj ini sebagai bahan pelajaran bagi siswa untuk menyusun dan melaksanakan acara dengan baik sehingga diharapkan bisa menjadi bekal untuk dibawa ke masyarakat.
“Dengan adanya acara Isra’ Mi’raj ini, semoga diberikan rahmat dan ridla dari Allah SWT,” tandas Waka Kurikulum Madrasah Aliyah 1 Annuqayah itu.
Editor: A. Warits Rovi

