Image Slider

GP Ansor, Garda Pertama Jaga Keutuhan Bangsa

Oleh: Lukmanul Hakim

Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang di dalamnya terdapat Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga keberadaan Ansor tidak pernah bisa lepas dari NU. Jika NU rumah, Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) adalah pagar teralisnya. Pelindung sekaligus pembela NU.

Sejak didirikan pada 10 Muharram 1353 Hijriyah atau bertepatan dengan 24 April 1934 Masehi di Banyuwangi, Jawa Timur, Ansor dan Banser selalu mempunyai peran yang strategis dalam mendukung lini gerak organisasi NU. Tak hanya pelindung NU, Ansor adalah ruang godok bagi kader militan yang kelak berjuang di rumah besar bernama NU.

NU adalah ibu kandung bagi Ansor dan Banser. Karena itu, apapun langkah dan tujuan NU, sudah selayaknya mendapat sokongan dan dukungan secara langsung dari Ansor. Sebagaimana keluarga yang baik, anak akan selalu manut pada ibunya.

Selain mensyiarkan ajaran-ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyyah, NU juga identik sebagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang selalu bergerak dengan nafas semangat kebangsaan. Keberpihakan NU pada keutuhan bangsa, tidak diragukan lagi.

Sejak zaman kolonial, NU selalu mempertahankan keutuhan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan tetap menjunjung tinggi prinsip Idzhaari Sya’aairihi ala Thariqati Jam’iyyati Nahdlatil Ulama.

Saking nasionalisnya NU, bahkan singkatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun bisa disamakan dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 (PBNU). Apa artinya? Artinya NU sangat nasionalis dan berpihak pada keutuhan bangsa Indonesia.

Jika NU sangat mempertahankan keutuhan NKRI, tentu Ansor pun sama. Sebab, Ansor adalah anak kandung NU. Ansor adalah garda terdepan yang siap menjaga NKRI. Karena NKRI sistem pemerintahan negara Indonesia yang didukung oleh NU.

Tantangan Ansor Hari Ini

Setiap zaman selalu membawa tantangan yang berbeda. Begitupun saat ini, tugas dan peran besar Ansor memang tidak mudah. Ansor harus sigap jadi garda pertama untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Meski lawan yang dihadapi tidak lagi mudah.

Akhir-akhir ini, ada beberapa kelompok yang berhaluan keras yang ingin merongrong keutuhan NKRI. Mau tidak mau, ini bakal jadi masalah yang dihadapi Ansor. Untuk menghadapinya pun bukan masalah mudah.

Dengan masalah sepelik ini, Ansor harus jadi organisasi yang kuat dan cerdas. Militan dan berpengetahuan. Sebagai organisasi berbasis massa, Ansor rentan bergerak secara tidak efektif. Karena itu, cerdas dan berpengetahuan jadi harga mati untuk mempertahankan NKRI.

Ansor tidak boleh hanya berbekal keberanian dan sikap militan. Tetapi, juga pemahaman dan keterampilan menghadapi tantangan zaman. Karena itu, berbagai macam pelatihan dan pembekalan harus sering diadakan.

Untuk tetap bisa melindungi keutuhan NKRI dengan nafas Islam Rahmatan lil Alamin, Ansor harus punya bekal yang kuat dalam mengarungi zaman. Sehingga tidak mudah goyah diombang-ambing kepentingan.

Berkibar tinggi panji gerakan
Iman di dada patriot perkasa
Ansor maju satu barisan

Seperti yang tertera dalam lirik mars Ansor di atas, Ansor harus maju satu barisan. Maju satu barisan dengan bekal menghadapi zaman yang mumpuni. Tidak boleh sekadar mengandalkan militansi. Tapi harus punya ilmu dan semangat belajar yang mumpuni.

*) Mahasiswa Prodi PAI Program Pascasarjana Instika Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Dewan Redaksi Jurnal Pentas Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lembung Barat, dan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Tahun 2014-2021.


Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga