Image Slider

Ketua LDNU Sumenep Ulas Alasan Mengapa Harus Berjam’iyah

Lenteng, NU Online Sumenep

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep Kiai Imam Sutaji memaparkan alasan mengapa harus bangga menjadi warga NU. Setidaknya ada tiga alasan mengapa NU menjadi organisasi pilihan utama dalam memperjuangkan agama dan negara.

“Pertama, karena NU mengajarkan oposisi biner, yaitu kita diajari untuk biasa berbeda. Pasalnya perbedaan adalah fitrah baik dalam hal beragama,” katanya saat mengisi tausiyah di acara Halaqah Ke-NU-an dan pemberian cinderamata kepada Guru Ngaji serta Ketua Takmir se-Desa Lembung Barat. Acara ini prakarsai oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat, Jum’at (15/04/2022) di kediaman H Fauzan, Dusun Daja Songai, Desa Lembung Barat, Lenteng.

Menurut Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini, fitrah dalam perbedaan dalam Islam tidak ada paksaan memeluk agama Islam itu sendiri. Juga perbedaan yang terjadi bisa dalam hal simbolik.

“Tetapi untuk hal-hal yang telah diketahui dalam agama secara dharuri menurut kesepakatan mayoritas ulama,  tidak bisa berbeda,” jelas tenaga pendidik Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung itu.

Kiai Imam menegaskan bahwa ulama pendiri NU juga memiliki sanad keilmuan yang jelas memyambung sampai Rasulullah SAW. Disebutkan pula bahwa ulama atau kiai merupakan kekayaan besar dari jam’iyah NU.

Dosen Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk melanjutkan, dasar kedua mengapa harus ber-NU adalah paham yang dianut NU yakni Ahlussunah wal Jamaah yang paling banyak dianut oleh Muslim di Indonesia dan dunia. Paham ini sudah terbukti membawa kedamaian dan kemaslahatan bagi kehidupan agama, negara dan bangsa.

Alasan ketiga adalah prinsip kecintaan NU terhadap negara dan tanah air. Dijelaskannya, konsep yang ditegaskan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari bahwa nasionalisme merupakan sebagian dari iman, sehingga agama bisa bertemu dengan negara dan sebaliknya.

Oleh karenanya, tiga hal ini menurut Kiai Imam harus menjadi motivasi tersendiri bagi warga dan pengurus dalam berkhidmah di NU.

“Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan khusunul khatimah beserta keluarganya,” katanya saat menyitir wasiat Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari.

Hadir pada acara, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lenteng, Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sumenep, dan tokoh masyarakat sekitar.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga