Ganding, NU Online Sumenep
Pelatih Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Ganding dan Saronggi dikukuhkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Sumenep, Kiai Abdul Muiz, Jum’at (20/05/2022) malam di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding.
Ia menyatakan, Pagar Nusa bukan semata-mata aliran pencak silat, tetapi wadah perjuangan bagi warga NU yang senang dengan pencak silat guna berjuang mengembangkan misi Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Pagar Nusa sebagai Badan Otonom (Banom) NU bertujuan untuk mengawal kiai dalam mensyiarkan Islam Aswaja An-Nahdliyah,” terangnya.
Dirinya juga berharap, inovasi kinerja Pagar Nusa Ganding dalam rangka menginspirasi PAC yang lain untuk mencetak pelatih. Karena ke depan lembaga-lembaga pendidikan akan mengadakan latihan, tentunya membutuhkan pelatih.
“Jadi, setiap kegiatan harus terukur sesuai tingkatannya, kategori Santri Muda, Santri Madya, dan Santri Utama,” tegasnya.
Ia memaparkan bahwa pelatih yang dikukuhkan berjumlah 9 pelatih. 5 orang dari Pagar Nusa Ganding, 4 orang dari Saronggi. “Lahirnya Pagar Nusa ini adalah atas inisiatif dari KH Maksum Jauhari Lirboyo,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PC PSNU Pagar Nusa Sumenep, M Tiwdari Hammam juga berharap, bahwa kaderisasi bisa dilakukan di semua ranting dan rayon. Karena dalam pandangannya, keberadaan para pendekar tersebut sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ulama maupun kiai.
“Gerakan Pagar Nusa dari akar rumput ini merupakan kemajuan yang luar biasa. Semoga ke depan di semua ranting, madrasah, dan pondok pesantren se-Sumenep diadakan kederisasi untuk menjaga kiai dan NKRI,” terangnya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk ini menambahkan, Pagar Nusa adalah organisasi yang dapat mengimplementasikan Islam Rahmatan lil Alamin.
“Pagar Nusa di dalam NU bukan berarti ketika melihat kemungkaran, langsung dipukul dan dibinasakan, tetapi keberadaannya punya tugas mulia untuk menerjemahkan Islam Rahmatan lil Alamin ke dalam konteks Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, dirinya juga memberi apresiasi yang setinggi-tinnginya kepada Pagar Nusa Ganding dan Saronggi. “Dengan adanya Pagar Nusa, semoga kita semua selalu istiqamah di jalur NU yang cikal bakalnya tidak lepas dari sentuhan seorang waliyullah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan,” ucapnya.
Dalam pandangannya, semangat Pagar Nusa adalah spirit nilai-nilai Islam itu sendiri. “Dengan demikian, Insyaallah keberadaannya akan menjadi garda terdepan untuk mengawal kiai dan menjaga NKRI dengan akhlakul karimah,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

