Gapura, NU Online Sumenep
Setelah sowan ke beberapa pengasuh pesantren pesantren di Jawa Timur, peserta Rihlah Sanad Perjuangan Pengelola Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wa Tamwil Nuansa Umat (BMTNU) Jawa Timur, sowan ke Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi, Senin (20/06/2022).
H Masyudi Kanzillah, Direktur Utama BMTNU Jawa Timur mengatakan, ada 27 pengelola yang mayoritas tamatan alaumni pesantren, menghadiri acara tahunan ini, yakni peringatan Hari Jadi ke-18 BMTNU setempat.
“Acara yang dihelat 3 tahun sekali ini memiliki tujuannya, yaitu untuk meningkatkan semangat juang pengelola BMTNU dan jiwa yang tidak mudah menyerah sebagaimana jiwa para santri,” tutur alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo itu.
Dijelaskan pula, dengan meminta taujihad wal irsyadat kepada para pengasuh pesantren, para pengelola profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya di koperasi ini.
Berikut ringkasan taujihad wal irsyadat Kepala Bidang Kepesantrenan Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung Banyuwangi, KH Ali Asyiqin.
1. Merasa senang para pengelola BMTNU berlatar belakang santri. Dan ini sebagai jawaban dari kegelisahan para ulama. Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “Ilmu dunia bagaikan kaki kiri, ilmu akhirat bagaikan kaki kanan. Jika berjalan dengan satu kaki maka akan pincang.” Tetapi BMTNU mampu mensinergikan kedua hal tersebut.
2. BMTNU Jatim merupakan Malaikat penolong bagi alumni pesantren dan santri yang sudah menamatkan pendidikannya di pesantren. Dengan skill dan kreatifitas yang dimiliki BMTNU bisa menjadi wadah untuk mereka.
3. Dunia akan berdiri tegak dengan 4 hal, yaitu ulama, pemimpin yang adil, orang kaya yang dermawan, dan doanya orang fakir.
4. Pekerjaan, materi dan uang tidak selamanya hanya dikaitkan dengan urusan dunia. Tetapi jika semua itu dijadikan washilah untuk bekal akhirat, maka ini bisa menjadi tuntutan dan kewajiban yang harus dilakukan untuk menggapai ketenangan hidup. Karena dengan ketenangan hidup inilah aqidah menjadi kokoh, bahkan menjadi bekal menuju akhirat, seperti oengelola BMTNU disiplin waktu dalam bekerja bisa saja lebih baik dari pada dzikir dan shalat malam yang dikerjakan.
5. Ijazah amalan. Masyallah la quwwata illa billahi. Dibaca setiap akan melakukan aktivitas.

