Giliraja, NU Online Sumenep
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama’ (IPPNU) Madrsah Tsanawiyah (MTs) Nurul Huda menyelenggarakan Debat Kandidat Calon Ketua (19/12/2020) bertempat di halaman gedung MI. Nurul Huda Banbaru Giliraja. Anis Kamilia, sebagai moderator sekaligus salah satu guru RA. Nurul Huda, memimpin jalannya acara debat kandidat calon ketua PK. IPNU dan IPPNU. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Adapun nama-nama calon ketua PK. IPNU dan IPPNU MTs. Nurul Huda diantaranya adalah Husnul Ibad (asal dusun Billa Karamat Desa Banbaru), Ahmad Hanif Abdurrahman (asal desa Saroka Saronggi, Roa Firmansyah (asal dusun Billa Karamat Desa Banbaru) Nurul Firdausiyah Hermanto (asak dusun Somur Agung desa Banbaru), Wulan Dwi Kartika (asal dusun Somur Agung Desa Banbaru) dan Rofiqotul Istifaniyah (asal dusun Billa Karamat desa Banbaru).
Tiga calon ketua IPNU dan tiga calon ketua IPPNU yang diusung masing-masing menyampaikan visi dan misi serta program PK IPNU dan IPPNU tersebut kedepan. Visi dan misi yang disampaikan, nantinya diharapkan menjadi pertimbangan siswa dalam menentukan pilihan saat pemungutan suara (pemilihan ketua).
Pembina PK. IPNU dan IPPNU MTs. Nurul Huda, ustadz Edy Sunaidi mengatakan, bahwa pelaksanaan debat kandidat calon ketua PK. IPNU dan IPPNU ditujukan untuk memberikan pengalaman sejak dini kepada santri tentang bagaimana cara memengaruhi masyarakat melalui retorika dan pendekatan lainnya.
“Debat kandidat ini diselenggarakan dalam rangka mengembangkan potensi santri dalam bidang kepemimpinan. Melalui organisasi PK. IPNU dan IPPNU, santri diajari sejak dini bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, bagaimana cara memengaruhi orang agar tertarik mengikuti perkataannya, mampu menyampaikan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, wawasan, dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Adu gagasan dari satu kandidat dengan kandidat lainnya berlangsung alot. Pertanyaan tajam dari para siswa dan dewan guru terhadap para kandidat menghangatkan suasana debat. Satu pertanyaan dilayangkan oleh ustadz Hariyanto, salah satu dewan guru MTs. Nurul Huda itu bertanya tentang program unggulan yang akan dilakukan oleh calon ketua jika terpilih.
“Program unggulan apa yang akan anda lakukan jika terpilih menjadi ketua PK. IPNU atau IPPNU, dan terobosan baru apa yang akan anda lakukan untuk memperbaiki program kegiatan yang periode sebelumnya kurang maksimal?”, tanya guru yang mengajar Bahasa Indonesia tersebut.
“Kalau saya terpilih menjadi Ketua PK. IPNU, program unggulan yang akan saya maksimalkan adalah bidang seni dan budaya, saya bersama teman-teman pengurus akan melaksanakan latihan atau pembinaan tarik suara secara intensif dengan pelatih yang profesional, akan mengelola penerbitan majalah dinding secara berkala. Mohon doa dan dukungan dari teman-teman semua,” jawab Husnul Ibad, salah satu kandidat calon ketua PK IPNU asal desa Banbaru kelas VIII MTs. Nurul Huda.
Sementara itu, Rofiqotul Istifaniyah, salah satu calon ketua PK. IPPNU asal dusun Billa Karamat kelas VIII MTs. Nurul Huda mengatakan dirinya akan memaksimalkan program kegiatan khitobah.
“Doakan dan dukung saja, jika saya terpilih menjadi ketua PK. IPPNU, program unggulan saya adalah kegiatan muhadhoroh atau jam’iyah khitobah, saya bersama teman-teman pengurus akan mengawal kegiatan itu dengan maksimal yang akan melahirkan calon da’iat dan penyair handal,” ujar santriwati yang akrab dipanggil Fika.
Setelah debat kandidat usai, acara dilanjutkan dengan kampanye oleh juru kampanye (JURKAM) tim pemenangan. Semua calon ketua PK berkampanye mengajak para santri yang diwakili oleh tim pemenangan atau tim sukses masing-masing. Mereka secara bergantian tampil di Podium dengan retorika yang berapi-api. Sebagian tim juga bergerak memasang foto calon ketua di sepanjang jalan dan pagar sekolah lengkap dengan visi dan misi.
Tahapan selanjutnya adalah pemilihan ketua PK. IPNU dan IPPNU MTs. Nurul Huda. Pemilihan atau pemungutan suara akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Desember 2020.
Pewarta : Kurdianto Allaily
Editor : Abdul Warits

