Oleh : Moh. Fathor Rois *)
Menjelang bulan suci Ramadhan, kebutuhan terhadap jadwal imsakiyah dan informasi waktu shalat semakin meningkat. Umat Islam biasanya mengandalkan jadwal imsakiyah cetak maupun aplikasi waktu shalat di ponsel pintar. Namun demikian, penting untuk memastikan bahwa waktu yang digunakan benar-benar akurat dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah memastikan kesesuaian waktu dengan standar resmi, seperti dengan mencocokkan jam perangkat melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di jam.bmkg.go.id milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan menyesuaikan jam sesuai waktu standar Indonesia, risiko kekeliruan waktu imsak maupun shalat dapat diminimalisir.
Perbedaan Jadwal Imsakiyah dan Aplikasi Waktu Shalat
Meski sama-sama menampilkan waktu ibadah, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara jadwal imsakiyah dan aplikasi waktu shalat.
Pertama, jadwal imsakiyah umumnya disusun berdasarkan titik koordinat tengah kota suatu daerah. Sementara itu, aplikasi waktu shalat pada ponsel biasanya disetting berdasarkan lokasi GPS pengguna. Perbedaan titik koordinat ini dapat menyebabkan selisih waktu, terutama bagi pengguna yang berada di wilayah pinggiran kota atau daerah dengan bentang geografis luas.
Kedua, dalam jadwal imsakiyah biasanya diberlakukan waktu ihtiyat (kehati-hatian) sekitar 2 menit. Tambahan waktu ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi agar umat Islam tidak terlambat memulai puasa atau melaksanakan shalat. Sedangkan dalam aplikasi waktu shalat, waktu yang ditampilkan bisa jadi lebih atau kurang dari 2 menit, tergantung pada metode perhitungan dan pengaturan yang digunakan.
Ketiga, jadwal imsakiyah cetak umumnya melakukan pembulatan pada kelebihan detik. Artinya, hasil perhitungan waktu yang memiliki tambahan beberapa detik akan dibulatkan agar lebih praktis digunakan. Berbeda dengan sebagian aplikasi waktu shalat yang menyajikan hasil perhitungan secara apa adanya, termasuk hingga hitungan detik.
Imbauan bagi Pengguna Aplikasi
Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan aplikasi waktu shalat memang memudahkan umat Islam dalam menjalankan ibadah. Namun ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Pengguna harus memastikan bahwa pengaturan lokasi pada ponsel sudah benar dan sesuai dengan tempat tinggal atau posisi saat itu. Kesalahan dalam menyeting lokasi dapat menyebabkan ketidaksesuaian waktu shalat.
Selain itu, aplikasi waktu shalat sebaiknya digunakan untuk kebutuhan pribadi dan keluarga. Mengingat adanya kemungkinan perbedaan metode perhitungan dan pengaturan, aplikasi tidak dianjurkan dijadikan acuan resmi di tempat umum seperti masjid atau musala tanpa verifikasi lebih lanjut.
Dengan memahami perbedaan dan melakukan pengecekan secara cermat, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang, yakin, dan sesuai dengan waktu yang tepat.
*) Ketua LF PCNU Sumenep 2025-2030

