Image Slider

Konferensi MWCNU Talango Jadi Momentum Penguatan Jamiyah NU yang Tangguh dan Berdaya

Talango, NU Online Sumenep

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Talango menggelar Konferensi Wakil Cabang di Aula SMA Sayyid Yusuf Talango, Desa Padike, Kecamatan Talango, Ahad (19/4/2026). Konferensi menjadi momentum penting untuk memperkuat jam’iyah NU yang tangguh, solid, dan semakin berdaya di tengah masyarakat.

Rais PCNU Sumenep, KH A. Washil Hasyim, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Bersatu dalam Khidmah, Tangguh dalam Jamiyah” mencerminkan arah gerak NU yang harus terus dijaga dan diperkuat.

“Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi. Ia adalah ladang pengabdian, tempat kita menunaikan khidmah—pelayanan tulus kepada agama, umat, dan bangsa,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan NU terletak pada persatuan dan ketulusan seluruh warganya. Potensi besar yang dimiliki NU di Talango, menurutnya, hanya akan berdampak jika seluruh elemen mampu berjalan dalam satu barisan.

“Kita memiliki ulama yang alim, warga yang taat, dan tradisi keislaman yang kuat. Namun potensi itu hanya akan berbuah jika kita bersatu, tidak terpecah oleh kepentingan dan ego pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, khidmah tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi merupakan panggilan bersama seluruh warga Nahdliyin di berbagai lini.

“Dari kiai di pesantren, ibu-ibu muslimat di pengajian, hingga para pemuda Ansor di lapangan—semuanya adalah pelayan umat sesuai perannya masing-masing,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, KH Washil juga menekankan pentingnya membangun jam’iyah yang tangguh secara kelembagaan. Hal ini mencakup kepengurusan yang amanah, program yang berpihak kepada warga, serta hubungan yang harmonis di semua tingkatan organisasi.

“Tangguh dalam jamiyah berarti kita kuat secara kelembagaan, memiliki program yang menyentuh kebutuhan warga, dan menjaga soliditas antar ranting dan cabang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan zaman—baik ideologi, ekonomi, maupun sosial budaya—NU harus hadir sebagai pelindung dan solusi bagi umat.

“NU harus hadir nyata di tengah masyarakat: hadir saat ada hajatan, hadir saat ada musibah, dan hadir saat ada persoalan umat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah oleh berbagai provokasi yang dapat melemahkan organisasi.

“Kita tidak boleh mudah dipecah belah. Kita harus menjadi satu bangunan yang saling menguatkan, sebagaimana diajarkan dalam hadis Rasulullah,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Rais PCNU Sumenep juga mendorong pengurus dan warga NU Talango untuk terus memperkuat ukhuwah, mengaktifkan ranting sebagai ujung tombak pelayanan, serta menghidupkan tradisi amaliyah NU sebagai perekat sosial.

“Ranting harus hidup, tradisi harus dijaga, dan ukhuwah harus diperkuat. Di situlah kekuatan NU berada,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

Puisi Nelly Fauzia

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga