Image Slider

Kontekstualisasi Tiga Metode Dakwah NU dalam Nadrah KH Hasyim Asy’ari

Oleh: Ahmad Hosaini *)

Setelah menyebutkan lima misi suci NU dalam berkhidmat, maka selanjutnya KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Qanun Asasi menyebutkan ayat yang berhubungan dengan tiga metode dakwah yang dapat diimplementasikan pada tiga golongan manusia yang berbeda.

Hal ini secara ringkas dan sederhana pernah disebutkan oleh KH M Zainurrahman Hammam Wakil Rais PCNU Sumenep pada acara Bahtsul Masail di Giliraja Sumenep, (10/05/2026).

Ayat yang disebutkan oleh Kiai Hasyim tersebut adalah:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125).

Implementasi dari ketiga metode yang berbeda ini menuntut para pendakwah terutama dari kalangan Ahlu Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdhiyah atau dari Jam’iyyah NU untuk melihat secara objektif sasaran dakwahnya agar efektif dan efisien serta mudah untuk diterima.

Dengan menyebut ayat ini sebenarnya Kiai Hasyim ingin mengingatkan kita untuk bersikap objektif dalam berdakwah atau berdakwah secara kontekstual.

Disebutkan dalam tafsir As-Shawi sebagian ulama mengatakan bahwa manusia diciptakan menjadi tiga golongan:

Pertama: Para ulama yang kokoh (ilmunya):

(العلماء الراسخون)

Mereka adalah orang-orang yang dimaksud dalam firman-Nya:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ

“Serulah manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah.”

Yakni ilmu yang bermanfaat, agar mereka dapat mengambil manfaat dan memberi manfaat kepada orang lain.

Kedua: Orang-orang yang belum mencapai tingkat kesempurnaan (di bawah golongan pertama):

(الذين لم يبلغوا حد الكمال)

Mereka adalah orang-orang yang dimaksud dalam firman-Nya:

وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Dan dengan pengajaran yang baik.”

Ketiga: Orang-orang kafir yang suka berdebat dan bermusuhan:

(الكفار أصحاب الجدال والخصام)

Mereka adalah orang-orang yang dimaksud dalam firman-Nya:

وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”

Yakni agar mereka tunduk kepada kebenaran dan kembali kepadanya. (Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawi, Tafsir Hasyiyah As-Shawi ‘ala Tafsir Al-Jalalain Juz 2, Beirut, Daar al-Jeel, hal. 310).

Nah, berdasarkan apa yang disebutkan di atas, sepertinya Kiai Hasyim ingin mengajak ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah atau pengurus NU untuk memahami tiga golongan manusia berdasarkan kesiapan mereka dalam menerima kebenaran yang bersumber dari Yang Maha Benar.

Ketiga bentuk manusia ini menuntut metode atau pendekatan dakwah yang berbeda. Golongan pertama yang disebutkan oleh As-Shawi adalalah para ilmuwan atau ulama yang sudah ahli (expert) dalam bidang agama.

Sedangkan Imam Ar-Razi menyebutnya dengan istilah orang yang akalnya kuat dan sempurna. Maka, golongan ini cukup diingatkan dengan argumentasi (dalil) yang pasti, rasional dan logis.

Golongan kedua menurut Imam Ar-Razi adalah masyarakat awam atau kalau yang disebut oleh As-Shawi adalah masyarakat yang belum mencapai tingkat kesempurnaan.

Maka, golongan ini diingatkan dengan mauidatul hasanah yaitu dengan argumentasi yang rasional, persuasif dan dugaan yang kuat.

Golongan ketiga adalah orang yang suka buat kekacauan dan membangkang, maka kata Imam Ar-Razi hadapilah dengan mujadalah (debat) melalui cara yang paling baik dan sempurna. (Imam Ar-Razi, Tafsir Al-Kabir wa Mafaatih Al-Ghaib Jilid 10, Kairo, Daar Al-Hadits, hal. 340).

Sasaran dakwah pada masyarakat yang masuk pada kategori golongan pertama ini cukup mudah hanya perlu argumentasi yang logis dan rasional tidak perlu berbelit-belit karena pada dasarnya setiap insan itu punya potensi untuk lupa walaupun itu cendikiawan, ilmuwan atau akademisi, sehingga perlu diingatkan dengan hikmah.

Ketika masuk pada golongan masyarakat awan, maka diingatkan dengan mauidatul hasanah atau kalau dalam Tafsir Jalalain disebut juga dengan القول الرفيق yaitu perkataan yang lemah lembut, penuh kasih sayang, dan menyenangkan hati.

Ini termasuk metode menyampaikan kebenaran dengan pendekatan yang ramah dan menyejukkan, sehingga orang yang dinasihati lebih mudah menerima dan mengamalkannya.

Saat masuk pada kategori golongan yang ketiga yaitu golongan para pembangkang yang susah menerima kebenaran karena keangkuhannya termasuk orang kafir dan para pembenci kebenaran.

Dalam hal ini juga Allah memerintahkan menghadapinya dengan diskusi melalui argumentasi yang lemah lembut dan tidak sarkastik dengan harapan mereka akan kembali tunduk pada jalan yang benar.

Termasuk menghadapi penguasa tirani yang memerintah dengan kesewenang-wenangan juga diperintahkan menghadapinya dengan komunikasi atau diskusi yang ramah, sopan dan santun serta tidak terkesan menghakimi.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an:

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى

Artinya: “Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa dan Nabi Harun) kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut.”

Ketiga metode dakwah ini adalah menjadi cita rasa NU yang bercirikan ramah, santun, kultural, moderat dan toleran sehingga menghadirkan wajah Islam yang sejuk dan menyenangkan. Dakwah tanpa provokatif dan sarkastik karena itu bukan ciri khas NU.

Ini merupakan pedoman bagi setiap pendakwah untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Seperti dalam pepatah lama mengatakan:

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ

Artinya: “Setiap tempat memiliki perkataan yang tepat, dan setiap perkataan memiliki tempat yang tepat.”

Demikianlah dakwah kontekstual yang diharapkan oleh Kiai Hasyim yang sesuai dengan anjuran dalam Al-Qur’an. Wallahu A’lam.

*) Ahmad Hosaini, Wakil Sekretaris PCNU Sumenep dan Alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga