Image Slider

Kiai Dardiri Zubairi Sampaikan Wajah Islam Madura di Pelantikan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Instika

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk resmi melantik pengurus baru Dewan Ekseskutif Mahasiswa Institut (Dema-I), Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) meliputi LPM Fajar dan Teater Gendewa, Ahad (27/12/2020) di Aula As-Syarqawi, Pondok Pesantren Annuqayah.

Pelantikan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari namun sering molor dan baru terlaksana hari ini. “Acara ini sebetulnya sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu, apalah daya selalu ada hambatan perizinan,” ungkap Febriyanto saat memberikan prakata panitia.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor III Instika, K. M. Musthafa. KH. Ah. Syamli Muqsith selaku Rektor Instika menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Beliau berharap semuanya aktif berpartisipasi dalam mengemban amanah kepengurusan demi pengembangan mutu pendidikan Instika.

Selain itu juga dirinya juga menegaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 untuk senantiasa bagaimana pengurus intra kampus memberi contoh dan mentaati protokol Satgas Covid-19.

“Pengurus yang dilantik bagaimana nantinya memberikan pelayanan terhadap seluruh potensi yang ada dan mampu memberikan aspirasi terhadap kemajuan Instika, dan mahasiswa pesantren secara khusus. Karena bagi kami menjadi mahasiswa pesantren harus mampu bersaing dalam membangun peradaban yang baik,” harap Abd. Mun’iem, Ketua Dema Instika.

Selain acara pelantikan, kegiatan ini juga diformat dengan bedah buku “Wajah Islam Madura” karya K. A. Dardiri Zubairi, salah satu wakil ketua PCNU Sumenep. Sedangkan pembanding pada acara bedah buku tersebut adalah K. Muhammad Affan, salah satu aktivis kesenian di Sumenep.

“Sampai detik ini orang Madura masih berpatokan pada hasil penelitian orang Barat, seperti Hub De Jong. Sehingga tak heran orang Madura sering digambarkan tanahnya gersang, dan dikenal stereotip keras oleh daerah lain. Seakan orang Madura tidak kaya, jauh dari kemajuan,” tutur K. Dardiri Zubairi saat memberikan penjelasan buku tersebut penting ditulis. Penulis ternyata tidak malu menyetujui tesis orang barat dan tidak segan untuk membantah dengan kacamata budaya Madura saat sekarang.

Kiai Muhammad Affan mengatakan bahwa menurut beliau seakan K. Dardiri mengajak pilihan kembali ke kampung halaman untuk merawat peradaban dan keturunan.

Pewarta : Abd. Malik
Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga