Bluto, NU Online Sumenep
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) MTs Nurul Islam, Karang Cempaka, Bluto mengadakan masa kesetiaan anggota (Makesta). Acara yang diikuti ratusan siswa ini dilaksanakan di Aula madrasah setempat, Rabu (30/12/2020).
Hadir dalam acara ini Ustadz Mosa Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto beserta jajarannya, dan perwakilan banom Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Bluto, meliputi Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, serta IPNU-IPPNU.
Ustadz Mosa menyampaikan, bahwa gerakan NU dimulai dari pesantren. Bahwa embrio lahirnya Nahdlatul Ulama dimulai dari pesantren, seperti yang pernah dilakukan oleh para muassis NU terdahulu.
“Mengingat NU adalah pesantren besar, sedang pesantren adalah NU kecil,” ujarnya.
Sedangkan Rahwini, Kepala Madrasah MTs Nurul Islam, mengatakan bahwa penerapan pola kedisiplinan dan akhlakul karimah hendaknya terus diterapkan oleh kader IPNU-IPPNU.
“Sebab tujuan dari terlaksananya Makesta ini yaitu untuk membentuk karakter siswa yang disiplin sebagaimana yang sudah diterapkan sehari-hari,” jelasnya.
Hal tersebut diamini oleh Moh. Nasa’ie, Ketua IPNU Bluto. Ia menyebutkan bahwa kader IPNU-IPPNU di Pesantren Nurul Islam ini merupakan kader yang disiplin waktu. Dirinya menyebutkan bahwa, penanaman karakter tepat waktu tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap karakter kader dari Pesantren Nurul Islam.
“Terbukti, setiap kali PAC melaksanakan rapat rutinan, pengurus yang selalu datang lebih awal dan tepat waktu adalah pengurus PAC IPNU-IPPNU yang berasal dari MTs Nurul Islam,” ungkapnya.
Nasa’ie, sapaan akrabnya pun berharap, agar output dari pelaksanaan makesta ini dapat menambah rasa kecintaannya kepada NU dan negara. Karena materi-materi yang akan dipelajari dan disampaikan oleh narasumber banyak membahas hal itu.
“Jadi, diharapakan siswa-siswa yang mengikuti makesta ini dapat menyimak materinya dengan baik, agar output yang dihasilkan juga baik,” pungkas Mahasiswa INSTIKA Guluk-Guluk ini.
Pewarta: Aben Al-Amini
Editor: A. Habiburrahman

