Image Slider

NU Grujugan Gapura Laksanakan Refleksi di Haul Gusdur, Kiai Dardiri Zubairi Ungkap Filosofi “Gitu Aja Kok Repot”

Gapura, NU Online Sumenep

Pengurus Ranting (PR) Nadhatul Ulama (NU) Desa Grujugan, Gapura melaksanakan istighotsah bersama dalam rangka haul Gusdur, Rabu (30/12/2020) malam. Kegiatan ini ditempatkan di rumah ketua NU Ranting Grujugan, Kiai Rofiqi, dusun Karang Mimba, Grujugan.

Acara dimulai dengan tahlil bersama dipimpin oleh Rois Syuriah NU Ranting Grujugan, KH.Damsith Kafrawi. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi pemikiran Gusdur yang disampaikan langsung oleh kiai Dardiri Zubairi, Wakil Ketua PCNU Sumenep.

Dalam penyampaiannya, Kiai Dardiri menceritakan kewalian Gusdur dari pengalaman salah seorang sahabat dan kerabatnya sendiri yang pernah mencoba untuk mengetes kewalian Gusdur. “Karena percaya dengan kewalian Gusdur, setiap kali ada orang yang mengarang buku tentang Gusdur pasti ia beli,”jelas kiai Dardiri mengawali pembicaraannya.

Selain menceritakan silsilah dan orang-orang yang pernah membesarkan Gusdur, kiai Dardiri juga mengungkapkan kepribadian Gusdur dan cara belajarnya yang luar biasa sewaktu masih muda. Dirinya mengakui bahwa Gusdur tidak hanya waliyullah tetapi juga seorang intelektual yang memikirkan masyarakatnya.

Gus Dar, sapaan akrab kiai Dardiri, menambahkan bahwa kiai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selalu menempatkan urusan keluarga pada posisi keempat. “Bahkan, ia tidak ingat untuk memikirkan dirinya, Gusdur sudah selesai, seberat apapun masalahnya, beliau meyakini hidup di dunia sudah ada yang mengatur, tinggal manusia saja yang berusaha,”tambahnya.

Beliau mengatakan bahwa filosofi “gitu aja kok repot” yang sering didengungkan oleh masyarakat memiliki sarat makna mendalam. Gusdur sudah selesai dengan segala persoalan dan permasalahannya. “Berusaha sepenuhnya, Allah yang menentukan tetapi jika menggunakan bahasa Gusdur jadi gitu aja kok repot,”lanjut penulis buku Wajah Islam Madura tersebut.

Selain itu, dirinya juga menegaskan cara bergaul Gusdur sangat luar biasa. “Gusdur bisa mewadahi orang orang kecil (masyarakat pinggiran) dan orang-orang besar,” imbuhnya.

Kiai Dardiri berharap di kalangan NU agar berusaha untuk selalu memberikan manfaat kepada orang lain walaupun sekecil apapun.
Karena hal itulah yang diajarkan oleh Gusdur kepada seluruh manusia.

Pewarta : Abdul Warits
Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga