Kota, NU Online Sumenep
Berakhirnya kepengurusan lama, maka segala aset dan inventaris yang dikelola pada periode sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh kepengurusan baru dalam rangka meneruskan tongkat estafet organisasi.
Hal ini dilakukan oleh Ustadz Abd Hadi selaku mantan Ketua NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep masa khidmat 2015-2020 yang memberikan aset dan inventaris lembaga kepada Ustadz Yussalam Muhammad selaku ketua terpilih di auditorium lantai 2 kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (3/1/2021).
Ustadz Hadi sapaannya menyatakan bahwa semenjak menjabat di kepengurusan, ia tidak menerima aset apapun dari kepengurusan lama. Namun kali ini, dirinya mewarisi berupa aset kepada pengurus Lazisnu masa khidmat 2020-2025.
“Kami wariskan komputer bekas, laptop, uang yang ada di 3 rekening, yaitu bank BRI, bank Syariah Mandiri, dan bank Muamalat. Totalnya Rp 32 juta,” terangnya.
Wakil Bendahara PCNU Sumenep tersebut meminta kepada kepengurusan baru untuk menggunakan uang tersebut.
“Silahkan gunakan sebagaimana mestinya. Gunakan untuk pengadaan kontak infaq yang belum terealisasi di periode kami,” ungkapnya penuh harap.
Tak sampai disitu, ada juga aset lainnya, yaitu uang hasil pengumpulan Kirab Koin Muktamar NU yang berada di rekening BNI.
“Karena Muktamar diundur, maka saya transfer separuh Rp 20 juta. Sisanya Rp 15 juta yang nantinya pengurus baru harus mentransfer uang tersebut saat ada keputusan dari PBNU tentang penyelenggaraan Muktamar NU,” pungkasnya.
Penyerahan aset disaksikan langsung oleh Rais dan Ketua PCNU, serta seluruh Ketua dan pengurus Lembaga sebagai perangkat departementasi NU.
Pewarta: Firdausi
Editor: A. Habiburrahman

