Image Slider

Jaga Harakah NU di Desa, Ranting NU dan Ansor Sera Barat Bluto Bentuk Pagar Nusa

Bluto, NU Online Sumenep

Dewasa ini, olahraga bela diri banyak diminati oleh kalangan pesantren dan lembaga sekolah. Sejalan dengan hal itu, banyak pula perguruan pencak silat yang mulai ekspansi ke dunia pesantren dan lembaga sekolah yang memiliki afiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Namun demikian, beberapa perguruan pencak silat justru kehadirannya tidak hanya untuk mengajarkan seni bela diri, akan tetapi juga membawa paham aliran tertentu yang justru bertentangan dengan NU.

Merespon hal ini, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sera Barat, Bluto berinisiatif untuk membentuk Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di desa setempat. Hal ini didasarkan atas motivasi kuat untuk melebarkan sayap organisasi Nahdlatul Ulama. Prosesi pembentukan sendiri dipusatkan di kediaman H. Rawatib, Bendahara PRNU Sera Barat, Ahad (10/01/2021).

Asmoyo menyampaikan, Pagar Nusa pada dasarnya bukan perguruan pencak silat. Akan tetapi wadah dari beberapa perguruan pencak silat yang secara fikrah, harakah dan amaliyah tidak bertentangan dengan NU.

“Tugasnya ialah untuk menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni bela diri pencak silat Indonesia,” ujarnya.

Dewan Pendekar Pimpinan Anak Cabang (PAC) PSNU Pagar Nusa Kecamatan Bluto ini pun menceritakan sekelumit sejarah tentang Pagar Nusa. Disebutkan bahwa pada awalnya bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPSNU). Namun karena satu dan lain hal, kata ‘Ikatan’ dibuang menjadi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU).

“PSNU Pagar Nusa sendiri menjadi banom NU yang mengurusi di bidang olahraga seni bela diri. Disebut Pagar Nusa karena ia merupakan pagarnya NU dan bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Ustadz Zaini Umar menyebutkan bahwa Pagar Nusa bukanlah sembarang nama. Akan tetapi penamaannya dilalui dengan istikharah para ulama.

Dewan Pendekar PC PSNU Pagar Nusa Sumenep tersebut menambahkan, di Pagar Nusa sendiri selain dibina dalam ilmu bela diri, juga dibina dalam membentuk akhlak yang baik.

“Jadi, sebagai umat Nabi Muhammad, Pagar Nusa dituntut untuk terlibat pula dalam misi Nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam pembentukan tersebut akhirnya Fawaid Asy-Syarif terpilih untuk menakhodai Pimpinan Ranting (PR) PSNU Pagar Nusa Sera Barat. Sementara Syaraful Anam dan Wardi, didapuk menjadi sekretaris dan bendahara.

Pewarta: A. Habiburrahman
Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga