Gapura, NU Online Sumenep
Pertemuan Lailatul Ijtima’ NU Ranting Grujugan ditempatkan di Surau Darul Hasan, dusun Karang Pao, Desa Grujugan, Gapura Rabu malam (27/01/2021). Pertemuan rutin bulanan ini diisi dengan ajian kitab Risalah ahlussunnah wal jamaah yang diampu oleh Kiai Juhari S.Ag.
Beberapa jajaran Syuriah dan Tanfidziyah NU Ranting Grujugan juga hadir mendampingi dan perwakilan dari Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Gapura.
Dalam penyampaiannya, kiai Juhari, menyinggung tentang kelompok-kelompok sebelah yang melakukan gerakan ke masjid-masjid, surau-surau bahkan hingga ke beranda rumah-rumah warga untuk menghasut beberapa amalan-amalan yang sudah diwariskan oleh para wali songo.
“Kalau sekarang lewat media-media seperti buletin yang masuk ke masjid-masjid, dan ini sering saya temukan,”ungkap pria yang juga menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil V di Kabupaten Sumenep tersebut.
“Insyaallah, ini terjadi pada tahun 30-an, dan hal ini sudah dipikirkan oleh kiai Hasyim Asy’ari dengan menulis karangan ini,”lanjutnya.
Beliau juga menegaskan bahwa NU didirikan karena ada kelompok yang mengklaim sebagai orang yang menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar tetapi sebenarnya ingin menciptakan permusuhan dan kebencian di kalangan masyarakat.
“Kalau mengutip bahasanya kiai As’ad, NU didirikan karena ada anjing yang menggonggong,” jelas alumni PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tersebut.
Tidak hanya diisi dengan pengajian, pertemuan tersebut juga diisi dengan sosialisasi dari LAZISNU MWCNU Gapura kepada ranting Grujugan untuk bekerja sama dalam rangka mensukseskan program dari LAZISNU MWCNU Gapura.
Editor : Ibnu Abbas

