Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.
Demi mengembangkan ilmu falak, pengurus Lajnah Falakiyah Annuqayah (LFA) menggelar sarasehan ilmu falak yang dikemas dengan penyajian materi seputar sejarah diberlakukannya Hari Libur Nasional (Harlibnas) dan kajian hisab awal bulan Hijriah perspektif ilmu Astronomi, Jum’at (19/3/2021) di auditorium Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.
Kegiatan ini digelar dua hari yang mendatangkan ustadz Fathurrozi selaku Sekretaris Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jawa Timur dan juga pengurus Bidang Hisab Rukyat (BHR) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep. Di hari pertama, beliau memaparkan materi berupa latar belakang dibentuknya kalender agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, dan cara mengetahui seluk beluk Harlibnas. Sedangkan di hari kedua beliau menjelaskan menerangkan tentang hisab awal bulan Hijriah perspektif ilmu Astronomi.
Hamdan selaku Ketua LFA menjelaskan tujuan kegiatan ini. Menurutnya, acara ini sebagai langkah awal terciptanya kader-kader ahli ilmu Falak dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
“Kami berharap peserta bisa memanefestasikan ilmunya yang telah ia dapat dalam LFA. Dalam artian, ketika berkecimpung di masyarakat nanti, kader harus mengamalkannya,” harapnya.
Di kesempatan yang berbeda, Lukmanul Hakim selaku Sekretaris LFA memberikan harapan kepada pengurus agar tetap kontinu dalam mengikuti serangkaian kegiatan yang telah dicanangkan di program kerja LFA.
“Saya harap, setelah mengikuti acara ini, seluruh pengurus LFA untuk tetap semangat dan terus mengikuti kegiatan LFA dengan giat. Setelah acara ini masih ada lagi kegiatan rutin LFA yang harus direalisasikan yaitu Rukyatul Hilal 1 Ramadan 1442 H. dan kunjungan belajar,” pungkasnya santri asal Lembung Barat, Lenteng itu.
Pewarta: Firdausi
Editor: A Habiburrahman

