Pragaan, NU Online Sumenep
Pembukaan Kongres Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke XX telah dibuka oleh Presiden RI di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Berangkat dari momen tahunan tersebut Ahmad Efendi mengapresiasi penyelenggaraan Kongres ke XX. Karena di sidang terbesar tersebut akan melahirkan ide dan gagasan kader serta bisa berefleksi secara dialogal dalam menyikapi sebuah persoalan.
“Mengenai program yang berhubungan dengan problematika kebangsaan dan kenegaraan harus dikupas tuntas,” kata Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Pragaan saat diwawancarai oleh reporter NUOS di kantor komisariatnya, Kamis (18/3/2021).
Tentu dalam pandangannya, perlu diadakan program pelatihan kader yang inklusif sehingga mampu mengeksistensikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Alumni Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung tersebut menyikapi bahwa calon pemimpin yang kami harapkan adalah sosok pemimpin yang mampu menjadi teladanan bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Kami mewakili warga pergerakan di Pragaan, pesan kami pengurus terpilih harus memegang teguh filosofi orang Madura, yakni bhapa’, bhebhu’, guruh, rato dalam menjalankan amanahnya,” pungkasnya.
Pewarta: Firdausi

