Image Slider

Di Rapat Kerja NU Batang-Batang, Kiai A. Pandji Taufiq: NU Harus Satu Suara Sejak dengan Lembaga Hingga Akar Rumput

Batang-Batang, NU Online Sumenep

Mendekati acara pelantikan, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama’ (MWC NU) kecamatan Batang-Batang mengadakan rapat kerja bersama dengan seluruh pengurus lembaga yang telah dibentuk oleh pengurus harian MWC pada Sabtu (10/04/2021). Acara Pelantikan MWC NU Batang rencana akan diagendakan setelah hari raya Idul Fitri nanti.

Dalam rapat kerja ini, seluruh peserta rapat yang hadir melakukan musyawarah terkait dengan program yang akan dilaksanakan selama satu periode kepemimpinan K. Masyhuri ke depannya, sekaligus musyawarah persiapan pelantikan pengurus MWC NU Batang-Batang.

K. Moh. Ishak, S.Pd. I selaku Rois Syuriah MWC NU Batang-Batang mengatakan bahwa pengurus lembaga yang telah dibentuk untuk bersama-sama dengan MWC NU melaksanakan apa yang telah menjadi kewajiban proker di masing-masing lembaganya.

“Raker ini merupakan sebuah amanah dari NU, yang di dalamnya nanti akan membahas tentang bagaimana pengurus MWC dan pengurus lembaga bersama-sama menghidupkan NU kembali. Jadi marilah kita tulis apa yang kita kerjakan, dan kerjakan apa yang kita tulis” tuturnya.

Lebih lanjut, K. Masyhuri dalam sambutannya juga mengatakan bahwa fokus yang menjadi prioritas MWC NU Batang-Batang dalam proker kali ini adalah penguatan anggota di ranting. Karena sebenarnya MWC tidak mempunyai anggota, yang mempunyai anggota NU ialah ranting NU itu sendiri.

Maka dari itu, diharapkan bagi pengurus ranting untuk bersama-sama melaksanakan rencana kerja yang telah disusun dan juga menguatkan kordinasi antara pengurus ranting dengan MWC NU Batang-Batang.

Dalam Rapat Kerja (Raker) yang juga dihadiri oleh Ketua PCNU Sumenep KH. A. Pandji Taufiq, beliau berpesan bahwasanya NU secara jam’iyah harus satu suara antar pengurus, baik pusat, wilayah, cabang, dan juga wakil cabang.

Begitu juga dengan pengurus MWC dan lembaga, ketika terdapat satu keputusan yang telah disepakati bersama, maka keputusan tersebut harus sudah disetujui oleh pengurus MWC dan lembaga. Karena apabila tidak ada kesepakatan antar pengurus, maka tidak akan mungkin menghasilkan satu kesimpulan yang nantinya akan jadi program kerja bersama.

“Banyak orang-orang di luar sana sekarang beranggapan bahwa Islam yang sekarang tidak sama dengan Islam yang terdahulu, dan bahkan tidak mungkin suatu saat akan terdapat orang ataupun sekelompok yang mengatakan bahwa Islam sekarang tidak sesuai dengan Islam zaman Rasulullah. Maka marilah kita sering-sering adakan bheg-rembheg. Bagaimana NU tidak hanya besar di atas, tetapi juga kuat di bawah. Kuat pohon dan dahannya, kuat pula akarnya,” tutur Alumni Annuqayah tersebut.

KH. A. Pandji Taufiq juga menceritakan bahwa salah satu konferensi ranting di Kabupaten Kediri dihadiri oleh warga yang berjumlah lima ribu warga NU, artinya warga di sana sudah merasa senang terhadap NU itu sendiri. MWC yang baik mengindikasikan ranting yang baik. Maka beliau berharap apa yang telah diagendakan dalam rapat kerja kali ini, bisa direalisasikan bersama-sama antara MWC, ranting, dan juga pengurus lembaga.

Pewarta: Yusqi
Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga