Gapura, NU Online Sumenep
Komunitas Moncar Are (KMA) Dusun Tolasan Desa Grujugan Gapura yang baru didirikan pada bulan Desember tahun 2020 kemarin telah berhasil mengadakan kegiatan yang melibatkan masyarakat desa pada hari Sabtu (08/05/2021).
Komunitas ini melaksanakan kegiatan pengajian umum dengan tema “Pemuda Aktif; Solusi Keadaan Krisis, dan Ciptakan Masyarakat Produktif” yang mendatangkan dai kondang Kecamatan Gapura, K. Mundzir Nadzir sebagai penceramah, dan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa di tempat bersama seluruh undangan yang hadir.
Nora Salim, Koordinator Komunitas Moncar Are mengatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan di Musholla Miftahul Qur’an tersebut pada dasarnya memiliki dua tujuan yaitu menimba ilmu dari kiai atau penceramah yang berasal dari Gapura tersebut. Sedangkan, tujuan yang kedua yaitu memperkenalkan Komunitas Moncar Are yang terbilang masih dini itu kepada masyarakat luas, kepada tokoh agama, dan kepada aparatur desa.
“Komunitas ini kan masih baru, jadi perlu diperkenalkan kepada masyarakat dan para tokoh yang ada di Grujugan secara umum, dan yang ada di Tolasan secara khusus. Jadi, mengadakan acara semacam ini, menurut saya cukup efektif,” tuturnya.
Oleh karenanya, panitia pelaksana Deki Bahrodi mengatakan bahwa pihaknya telah mengundang tokoh-tokoh penting untuk menghadiri kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB tersebut. Adapun tokoh yang diundang adalah; Bapak Juhari S.Ag sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil V, Kepala Desa Grujugan , Didik Susanto, Kadus Grujugan, Ketua RT se-Tolasan, dan tokoh agama se dusun Tolasan.
Didik Susanto sebagai Kepala Desa Grujugan mengapresiasi kegiatan ini. Dirinya berharap semoga Komunitas Moncar Are terus bergerak, membawa dampak baik bagi masyarakat, dan tidak terpecah hanya karena hal-hal tidak penting.
Sementara itu, Kiai Mundzir Nadir dalam penyampaian ceramahnya menegaskan bahwa kebanyakan watak manusia itu ingin hasil yang banyak, tapi tidak mau pada resikonya. Maka beliau berharap kepada pemuda-pemudi untuk tidak memiliki watak semacam itu.
“Saya sering bilang pada santri, jadilah penuntut ilmu yang memiliki cita-cita. Sebab santri tanpa cita-cita, bagaikan burung tanpa sayap,” ungkapnya.
Maka dari itu, beliau berpesan kepada pemuda-pemudi Dusun Tolasan untuk bercita-cita setingg-tingginya.
“Jangan takut, berdo’alah semoga cita-citanya tercapai, insyaAllah, Allah akan mengabulkan,”pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

