Pragaan, NU Online Sumenep
Fenomena warga yang lebaran duluan atau tidak mengikuti sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sering dijumpai setiap tahun.
Untuk menghindari kasus serupa di 1 Syawal 1442 H, KH Ahmad Junaidi Mu’arif selaku Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan mengajak warga NU untuk mengikuti keputusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ajakan yang bersifat koordinatif dan instruktif ini disampaikan saat mengakhiri kegiatan khatmil Qur’an yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) setiap bulan Ramadhan secara bergantian atau per-Ranting, Senin malam (10/5/2021).
Kiai sepuh yang masih istiqamah mengajar di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung ini menjelaskan bahwa PBNU akan melayangkan surat pernyataan mengenai hasil sidang isbat.
“Berdasarkan informasi yang viral di NU Online, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) akan menggelar rukyatul hilal pada hari Selasa, 29 Ramadhan atau bertepatan pada tanggal 11 Mei,” ungkapnya pada seluruh pengurus lembaga dan Ranting NU di aula MWCNU setempat.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menambahkan, metode observasi terhadap lengkungan bulan sabit paling tipis akan dilakukan dengan menggunakan mata telanjang lewat media teleskop yang terhubung dengan kamera.
“Para pegiat ilmu falak akan melihatnya ketika berada di atas ufuk barat pasca matahari terbenam dengan ketinggian yang rendah,” imbuhnya.
Dirinya mewanti-wanti untuk satu komando dalam menentukan hari fitri yang sudah dekat ini.
“Jangan ikut-ikutan jika ada yang merayakan duluan tanpa mengikuti keputusan PBNU,” pungkasnya.
Pewarta: Firdausi
Editor: A Warits Rovi

