Gapura, NU Online Sumenep
Di tengah guyuran hujan yang begitu lebat, para guru ngaji berdatangan ke Balai Desa Grujugan, Gapura, Sumenep pada hari Senin (28/06/2021). Mereka akan mendapatkan dana Insentif yang dicanangkan oleh pemerintah daerah Sumenep melalui pemerintah desa setempat.
Sebagaimana dilansir dari matamaduranews.com, sekitar 1000 guru ngaji yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan di Kabupaten Sumenep akan menerima dana insentif sebesar 1. 200.000,-
“Yang perlu digarisbawahi juga, insentif ini hanya untuk guru ngaji yang mengajar ngaji di musalla, surau dan masjid, bukan guru ngaji yang ada di pesantren,” kata Kamil, Bagian Kesra Setdakab Sumenep sebagaimana dikutip dari matamaduranews.com
Pemerintah desa Grujugan Gapura juga menyerahkan dana insentif ini kepada 17 guru ngaji dari dana desa tahun 2021. Didik Susanto, Kepala desa Grujugan menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada guru ngaji karena telah membantu dalam pemberdayaan manusia di desa.
Kepala desa yang pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini juga meminta serap aspirasi kepada guru ngaji demi kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di desanya. Ia berjanji pemerintah desa Grujugan akan melaksanakan pengajian umum yang akan melibatkan seluruh masyarakat desa. Untuk penceramah, pihaknya merencanakan akan mengundang kiai Musleh Adnan.
KH. Zawawi Abdullah, salah satu guru ngaji berharap pemerintah desa juga terlibat dalam memberikan kepedulian teguran kepada anak anak desa ketika masih nongkrong di jalan raya saat magrib.
Alumni PP. Sidogiri ini berharap iklim ngaji di desa kembali ke orang orang kuno dulu. Ia merindukan anak anak desa agar bisa menginap di Surau sebagaimana kebiasaan dahulu. “Soalnya sekarang ngaji akan menjadi momok. Kalau sudah lulus SD atau SMP sudah enggan untuk mengaji ke surau,” pungkasnya.
Editor : Ibnu Abbas

