Image Slider

Abang Becak yang Ikhlas

Oleh: Firdausi

Ketika mendekati bulan Ramadlan, seluruh santri merasa senang, sebab di momen tahunan tersebut akan menyambutnya.

Ketika pengumuman terdengung di telinga santri, mereka berduyun-duyun membeli kardus untuk dijadikan ransel sampingan. Baju dilipat rapi, dan seluruh peralatan penting dan pribadinya dipersiapkan demi menyambut masa liburan panjang.

Seperti biasa, sebelum santri bersayonara atau liburan. Mereka mendengarkan pesan moril yang disampaikan oleh kiainya. Wejangan yang disampaikannya tak lain sebagai bekal bagi santri agar lebih mawas diri di tengah-tengah masyarakat.

Sebelum santri keluar dari pintu gerbang pesantren, mereka bersalam-salaman pada kiai, guru, dan teman-temannya. Bahkan sebelum memasuki bus yang disediakan oleh pihak pesantren, mereka berpelukan sesama temannya sambil lalu melemparkan canda tawa.

Suatu hari, Ahmad (nama samaran) keburu sampai ke kampung halamannya di Sumenep. Dengan pakaian khasnya, yakni memakai sarung, baju koko, dan kopiah serta menggendong tas dan membawa kardus, ia menaiki bus yang sudah disediakan oleh pihak pesantren.

Ketika bus sampai di terminal Sumenep, seluruh santri disambut ria oleh beberapa sanak famili, kecuali Ahmad. Dengan ekspresi yang lesu, ia bergegas mencari becak untuk sampai ke kediamannya. Saat melihat becak, ia langsung memanggilnya.

Ahmad: Abang becak, tolong antarkan kami ke daerah pasar Bangkal.

Abang Becak: enggi bindereh, sahutnya.

Ketika sampai di daerah pasar Bangkal, ia turun.

Ahmad: Stop abang becak, rumahku sudah dekat. Cukup berjalan kaki sudah sampai. Ngomong-ngomong berapa ongkosnya bang? Tanyanya.

Abang Becak: Berhubung sampeyan santri, bayar seikhlasnya saja.

Seketika si Ahmad mengambil uang yang ada di saku kananya.

Ahmad: kaintoh bang ongkosnya bang.

Abang Becak: Wah…kalau seperti ini kurang bindereh.

Ahmad: Bukannya abang tadi bilang seikhlasnya, tanyannya lagi.

Abang Becak: Ya…kalau Rp. 5.000 kurang bindereh. Sebab jaraknya dari terminal ke pasar Bangkal lumayan jauh.

Ahmad: Hahahaha….ok saya tambah.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga