Gapura, NU Online Sumenep
Bahtsul Masail Bulanan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura kali ini digalar di Masjid Baiturrahman, Dusun Talesek, Desa Gapura Barat Kecamatan setempat pada Jum’at (11/6/2021) kemarin.
Hadir dalam acara itu, jajaran Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Gapura, Lembaga dan Badan Otonom (Banom) di bawah naungan MWCNU, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Gapura.
KH. Murtadi Fadhiail, Rais MWCNU Gapura dalam sambutannya meminta agar momentum bulanan Bahtsul Masail itu dijadikan sebagai ajang mempererat jalinan silaturrahim antara MWCNU dengan PRNU. Selain itu juga untuk saling berbagi ilmu seputar tema yang menjadi pembahasan dalam Bahtsul Masail.
Acara yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini, Kiai Fadhail sapaan akrab beliau, juga berharap agar terus istiqamah dalam kedisiplinan waktu. Tidak jarang terjadi di kalangan masyarakat khususnya di Gapura, bahwa NU identik dengan waktu molor.
“Seingat saya ini sudah kali ketiga Batsul Masail dilaksanakan sesuai dengan waktu yang tertera di undangan. Saya berharap kedisiplinan waktu ini dipertahankan dan menjadi contoh organisasi NU yang lain”, ungkap beliau sepert dilansir nugapura.or.id.
Sementara itu, KH. Moh. Alwi, Ketua MWCNU Gapura meminta agar pengurus ranting pro aktif tidak hanya dalam amaliyah keagaman saja, melainkan juga meningkatkan harakah atau gerakan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, keberadaan MWCNU maupun PRNU mampu menjadi lokus perjuangan yang bermanfaat.
Bahkan beliau berharap PRNU dan MWCNU dapat berkontribusi memberikan solusi dari sekian persoalan yang dihadapi oleh Nahdliyin di akar rumput. Oleh sebab itu diperlukan adanya upaya meningkatkan hubungan emosional dengan masyarakat. Tanpa disekat oleh status sosial. Untuk mengidentifikasi segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
“Pengurus Ranting NU diharapkan juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi di Masyarakat. Komunikasi dengan MWCNU, maka insyaAllah informasi tersebut akan kami tindak lanjuti,” pintanya.
Kiai Alwi mencontohkan PRNU Desa Andulang yang bergerak memberikan informasi terkait warga, Sattar (87), yang kondisi rumahnya tidak layak huni. Kemudian informasi tersebut oleh MWCNU ditindaklanjuti dengan menjalin kerjasama Pemdes setempat untuk mencarikan solusi.
Alhasil, berangkat dari persoalan ekonomi yang menimpa Sattar itu, MWCNU Gapura menyerahkan dana bantuan pembangunan rumah tidak layak huni secara simbolis di acara Bahtsul Masail Bulanan itu.
Bantuan dana tersebut menurut keterangan yang didapatkan dari H. Khofifi Ariyanto, Sekretaris MWCNU Gapura, merupakan hasil sumbangan dari beberapa lembaga terkait di bawah naungan MWCNU Gapura.
Diantaranya, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal wa at-Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Utama sebesar Rp. 5.000.000,-, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Rp. 2000.000,-, Lembaga Dakwah NU Rp. 1.500.000,-, Lembaga Amil Zakat Infaq dan shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Rp. 2.000.000,-, dan Lembaga Perekonomian NU Kecamatan Gapura Rp. 2000.000,-.
“Semoga ikhtiar ini bisa menambah semangat kita untuk mengabdikan diri di NU menyambut an-Nahdlah Ats-Tsaniyah,” pungkasnya.
Editor: A. Warits Rovi

