Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Senyum sumringah terpancar dari wajah Ibu Suniyah. Pasalnya, perempuan asal Desa Lengkong Timur, Bragung, Guluk-Guluk, Sumenep ini mendapat uluran tangan dari NU Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk untuk pembangunan rumahnya.
Ibu Suniyah merupakan seorang janda beranak satu yang sejak tiga tahun yang lalu rumah yang ia tinggali roboh di makan usia. Akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang tidak layak huni, yaitu sisa-sisa bagian depan rumah yang tidak roboh. Bahkan disebutkan, ia tinggal di bangunan yang sekaligus dapur untuk keperluan memasak sehari-hari.
Selain bertani di ladang, sehari-hari perempuan berusia 45 tahun tersebut beternak sapi milik tetangganya. Yang kemudian ketika nanti sapi tersebut dijual, hasilnya dibagi dua. Dari hal itulah, ia mampu menyekolahkan anak yang ditinggalkan ayahnya sewaktu berusia tiga tahun tersebut hingga menginjak jenjang Madrasah Tsanawiyah saat ini.
Ibu Suniyah mengaku senang dan bahagia sekali atas program yang diprakarsai oleh NU Care LAZISNU Guluk-Guluk bersama beberapa pihak lain ini. Ia pun berharap banyak atas program ini, agar ia dapat memiliki tempat tinggal yang layak dan dapat menjaganya dari sengatan matahari serta dinginnya malam. Mengingat, ia pernah mendapatkan program bantuan serupa yang berbentuk material. Namun, bantuan ini tidak cukup untuk membangun rumah yang layak untuk ditinggali.
“Terima kasih Lazisnu. Semoga kebaikan kalian dibalas dengan yang setimpal oleh Allah SWT,” ujar Ibu Suniyah kepada NU Care LAZISNU Guluk-Guluk saat datang ke rumahnya tempo lalu.
Zahrotun Niam menuturkan, dengan dana yang seadanya NU Care LAZISNU Guluk-Guluk mengupayakan agar dapat dimaksimalkan untuk membangun rumah yang layak huni.
“Meskipun rumah yang dibangun tidak besar, minimal dapat ditinggali dan membuat Ibu Suniyah dan anaknya dapat terlindungi dari hujan dan panas,” ungkapnya kepada pcnusumenep.or.id.
Ketua LAZISNU Guluk-Guluk tersebut menjelaskan, untuk proses pembangunannya sendiri dilakukan dengan gotong-royong. Hal ini dengan melibatkan tetangga sekitar dan beberapa pihak terkait dari kalangan nahdliyin.
“Untuk pekerja sendiri ada satu orang tukang yang ahli yang dibayar. Sisanya adalah tetangga sekitar dan teman-teman dari keluarga besar NU Guluk-Guluk, baik dari unsur banom, lembaga, dan lainnya,” imbuh alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk ini.
Zaza, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa program bedah rumah yang diinisiasi ini merupakan aksi-aksi filantropi atau kemanusiaan yang perlu untuk terus digalakkan.
“Semoga pembangunan rumah untuk Ibu Suniyah ini bisa berjalan dengan lancar hingga akhir tanpa hambatan apapun,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan rumah untuk Ibu Suniyah ini telah memasuki tahap pengerjaan. Sebelumnya, Ahad (31/01/2021) telah dilakukan proses peletakan batu pertama, yang dilakukan oleh KH. Md. Widadi Rahim Ketua MWCNU Guluk-Guluk, bersama Ketua LAZISNU Guluk-Guluk dan K. Nurul Yaqin Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Guluk-Guluk, yang juga banyak terlibat dalam kegiatan ini.
Segala bentuk donasi atau sumbangan atas pembangunan rumah untuk Ibu Suniyah ini dapat menghubungi NU Care LAZISNU Guluk-Guluk dengan kontak WhatsApp 0878-5569-6453.

