Pasongsongan, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Pasongsongan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan acara pengajian umum bersama seluruh anggota Ranting Fatayat se-Kecamatan Pasongsongan pada hari Sabtu (01/10/2022) di halaman PP. Al-Istikmal, Pasongsongan.
Hadirin sangat antusias mengikuti serangkaian acara mulai dari praacara hingga selesai. Praacara diisi dengan penampilan Banjari dari Ranting Pangarangan. Sedangkan acara inti terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat nabi, sambutan, mauidzah hasanah hingga doa. Meski suasana panas karena terik mentari yang begitu menyengat, tapi semangat hadirin terus berkobar untuk mengikuti acara ini.
Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Nyai Dina Kamilia dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada Fatayat NU Pasongsongan karena aktif mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Sumenep.
“Saya sangat bangga dengan Fatayat NU Pasongsongan karena selalu aktif mengikuti beberapa kegiatan yang diadakan oleh PC, seperti baru-baru ini, pelatihan roti dan make-up. Saya berharap agar ke depannya kader-kader Fatayat NU Pasongsongan lebih berdaya dan bermanfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, KH Zainurrahman Hammam dalam dalam mauidzah hasanahnya menyampaikan bahwa bershalawat tidak membuat seseorang rugi. Salah satu wakil ketua PCNU Sumenep itu juga menyampaikan bahwa amalan yag tidak tertolak adalah shalawat.
“Amalan yang tidak tertolak ya Shalawat. Banyak yang sudah merasakan dahsyatnya shalawat, saya sendiri juga merasakannya,” dawuhnya.
Sebelum mengakhiri menutup mauidzah hasanah, Kiai Zainur memberikan ijazah shalawat Jibril (Shallallahu ‘ala Muhammad) yang dibaca sebanyak 100 kali setelah salam setiap selesai shalat fardhu dengan posisi tidak bergeser atau tetap dalam keadaan duduk tasyahhud akhir. Fadhilah dari amalan itu adalah terkabulnya hajat dengan mudah, walaupun tidak sesuai dengan yang diminta, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.
“Saya sarankan agar shalawat Jibril ini dibaca secara istiqomah selama 40 hari,” pesannya.
Acara Maulid Nabi kali ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja tahun ini ada yang sedikit berbeda, karena di sela-sela acara ada pembagian hadiah lomba mengafani jenazah. Selain mendapatkan piala dan sertifikat, pemenang lomba juga mendapat bingkisan yang diberikan langsung oleh ketua PC. Fatayat NU Sumenep.
Pewarta: Atika Mustaghfiroh.
Editor: A Warits Rovi

