Kota, NU Online Sumenep
Sepekan libur menyambut tahun baru masehi 2021 tidak dilewatkan begitu saja oleh Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nadhatul Ulama (PCNU) Sumenep.
Selama beberapa hari LDNU Sumenep dan Darul Quran (Quran education development Centre/ Pusat Pendidikan dan Pengembangan Ilmu al-Quran) Surabaya menggandeng qari nasional Ustadz Ahmad Satun Al-Qawarir, S.Hi., M.Hi. berkunjung ke sejumlah Masjid dan Pondok Pesantren di kabupaten Sumenep.
Pesantren dan masjid yang dikunjungi di antaranya hari Sabtu (26/12/2020) pukul 15.00 tim bertandang ke Masjid Nurul Imam desa Kalimo’ok. Peserta yang belajar tilawah terdiri dari kaum ibu sebanyak 70 orang.
Malam harinya LDNU melanjutkan perjalanan ke Masjid al-Amanah desa Kalimo’ok, Kalianget, Sumenep. Peserta tilawah menyasar kalangan santri sebanyak 80 orang.
Pada hari berikutnya Ahad (27/12/2020) pukul 09.00 WIB pagi rombongan tilawah berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Ihsan Desa Jaddung, Pragaan. Santri yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah santriwan santriwati kelas XII Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 120 orang.
Pada hari yang sama, sore harinya tim bergerak ke Masjid Al-Muarrobin desa Pinggir Papas dengan menghadirkan santri sebanyak 50 orang.
Malam harinya masjid Darul Muttaqin PP. Hidayatul Aliyah Brambang desa Kalimo’ok menjadi sasaran berikutnya. Tidak kurang ada 85 orang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari santri dan pengurus takmir masjid.
Perjalanan berikutnya menuju masjid Nurul Huda desa Kalimo’ok Sumenep dengan melibatkan 65 santri di daerah tersebut.
Menurut Sekretaris LDNU Sumenep K. Surya Fajar Rasyid yang kerapkali mengawal kegiatan tersebut, bahwa kunjungan ini dilaksanakan sebagai bagian dari syi’ar dan dakwah Islam dengan menyemarakkan tilawatil quran menyambut tahun baru masehi 2021.
“Dakwah itu mengajak orang untuk menjadi manusia terbaik. Sabda nabi, ‘Sebaik-baik dari kamu sekalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya,”ungkap beliau pada kontributor NU Online Sumenep.
Dalam safari tilawah ini, kata beliau, diajarkan cara membaca lagu tartil dan mujawwad. Karena inilah yang sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW ‘Zayyinul Qur’aan bi aswaatikum’, Hiasilah Al-Qur’an itu dengan seindah mungkin suaramu.
Bahkan K. Fajar, sapaan akrabnya, menambahkan, referensi hadis yang diriwayatkan Abu Daud dan Ahmad tentang mengindahkan bacaan al-qur’an, bahwa barang siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca al- Qur’an, maka ia bukan dari golongan rosul.
Dijelaskan dalam banyak kunjungannya, bahwa tujuan dakwah agar kita diakui oleh Rasulullah sebagai ummat beliau.
“Cara diakui sebagai umatnya dengan memperbagus bacaan al-Qur’an sesuai kaidah ilmu tajwid,” tutur beliau penuh wibawa.
Beliau tambahkan pula, bahwa membaca al-Qur’an itu sama dengan kita sedang menyampaikan pesan-pesan Allah di bumi, harus menarik dan menyenangkan bagi yang mendengarkannya. Sehingga darinya pesan Allah itu dapat menggerakkan kehidupan.
Pewarta : Zubairi Karim.
Editor : Abdul Warits

