Guluk guluk, NU Online Sumenep
Skripsi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa di Kampus. Mereka harus menguji skripsinya dalam sebuah sidang Munaqasah. Biasanya skripsi akan diuji oleh dosen internal kampus.
Berbeda dengan yang digagas oleh Fakultas Ushuluddin di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep. Dua skripsi mahasiswa Ushuludin telah diuji di Sidang Munaqasah Daring Terbuka oleh penguji internal Kampus dan penguji dari luar kampus.
Dua skripsi tersebut adalah karya Alfan Shidqan, mahasiswa Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IQT) dengan judul skripsi “Fenomena Fanatisme terhadap Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia (Studi Komparatif Tafsir Sunni dan Syi’i).
Skripsi kedua karya Elliyatul Munawarah dengan judul skripsi “Staregi Kendali Diri dalam Mengatasi Isu Negatif dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Facebook (Studi Kasus Pemilihan Bupati Sumenep 2020).
Kegiatan Munaqasah daring terbuka ini telah dilaksanakan secara daring tadi pagi pukul 08.30–11.30 WIB yang dibuka umum.
Dr. Fathurrosyid menegaskan bahwa skripsi yang sudah dibedah pada Munaqasah Daring hari ini sudah dianggap layak dari segi substansi, metode penulisan dan lainnya.
“Proses awal saja sudah sangat matang di internal. Agar nanti skripsi fakultas Ushuluddin Instika itu dari proses awal benar benar matang diuji oleh ekternal sampai publikasi agar layak dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya kepada NU Online Sumenep.
Ia memilih skripsi yang dimunaqasahkan secara online tersebut juga berdasarkan seleksi kolektif. Ia berharap agar skripsi tidak diujikan secara tertutup tetapi juga terbuka. Karena menurutnya, selain masih PPKM, era hari ini sudah selayaknya untuk masuk ke ruang publik.
Editor : Ibnu Abbas

