Image Slider

Hikayat Daun

Oleh: A. Habiburrahman *)

/1/

Daun-daun luruh digugurkan oleh musim. ia saling bergesekan, saling tindih, saling merisik dan merintih dengan lemas, menyeret isyarat kematian ke dalam almanak yang bangka.

Akhirnya, ia menjejak tanah dengan jurus mengitarkan tatap. jumpalitan, sebagaimana yang diserukan angin. mengidharkan kiblat musim yang sekian lalu kelabu. saat itulah, wasiat ia rituskan pada anak-cucu yang menyembul dari dahan-dahan yang kaku. melabuhkan secarik narasi purba dan rapuh, perihal kenangan yang kerap menyeru dengan lirih.

/2/

Ibarat kepergian dan kepulangan yang lain, tentu ia tak akan kembali.  Ia mesti meringkuk pada tanah. di mana dari rahimnya ia mengada kendati berdiri tak teguh, mesti disepuh dengan peluh.

Daun-daun luruh menjejak tanah, padahal halaman baru saja disapu.

–Annuqayah

*) A. Habiburrahman, Wakil Pemimpin Redaksi pcnusumenep.or.id.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga