Image Slider

Terpilih sebagai Ketua IAA, Ini Harapan Dr. Aziz En

Batuan, NU Online Sumenep

Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) telah usai menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 pada Sabtu, (16/1/2021) bertempat di Hotel Musdalifah Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep.

Sebagai kegiatan permusyawaratan tertinggi di tubuh organisasi, Mubes yang melibatkan Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah dan seluruh cabang IAA se-Indonesia itu telah menghasilkan satu kemufakatan atas terpilihnya Dr. Aziz En sebagai Ketua IAA Pusat periode 2021-2024.

Sebelumnya, pihak penyelenggara atau pengurus IAA telah mengajukan empat calon ketua kepada Pengurus Yayasan dan Pengurus Pesantren Annuqayah, di antaranya Muslim dari IAA Cabang Jember, Ahmad Jazuli dari IAA Rubaru, Fathol Bari dari IAA Gapura dan Dr. Aziz En dari IAA Batuan.

Atas pertimbangan yang telah dilakukan sebelumnya oleh pihak Pengurus Yayasan dan Pesantren Annuqayah, kemudian memilih Dr. Aziz En sebagai Ketua terpilih.

Dr. Aziz En, saat dikonfirmasi NU Online Sumenep mengaku bahwa dirinya tidak menyangka akan ditunjuk oleh Masyaikh PP Annuqayah untuk menakhodai wadah para alumni pesantren yang didirikan oleh Almaghfurlah KH. Muhammad Syarqawi itu.

“Kebetulan saya tidak hadir di acara Mubes tadi. Jadi saya tidak menyangka bakalan ditunjuk sebagai ketua terpilih,” ungkapnya saat dihubungi via telpon oleh NU Online Sumenep.

Namun demikian, meski dirinya tidak hadir di Mubes karena terkendala oleh kewajiban lain, tetap akan menerima amanah yang berikan oleh Masyaikh Annuqayah untuk melanjutkan perjuangan KH. Ahmad Mawardi, Ketua IAA periode sebelumnya.

Setidaknya ada tiga hal yang menjadi harapannya ke depan untuk dikembangkan dalam menjalankan amanah tersebut. Pertama, merawat kebersamaan di internal kepengurusan.

“Merajut kebersamaan menjadi kunci utama dalam tatanan keorganisasian. Jika hal ini bisa dirajut dengan baik, maka akan lebih progressif. Ini yang akan terus kita jaga ke depan,” ujarnya.

Kedua, mempererat hubungan kultural dengan almamater. Hal ini menurutnya bisa dilakukan dengan meningkatkan silaturrahim dengan masyaikh, dan yang ketiga ikut serta dalam memperjuangkan visi dan misi pesantren.

“Sebagai alumni tentu menjadi kewajiban untuk mendukung visi dan misi pesantren yang selama ini tetap diperjuangkan. Banyak hal yang bisa dilakukan, semisal, menumbuhkan sifat kesederhanaan, ta’dzim dan tawadhu’ kepada guru dan sifat-sifat lainnya yang mencerminkan Akhlaqul Karimah,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Annuqayah, menurutnya, yang dijadikan prioritas dalam mendidik adalah menanamkan prilaku yang baik. Maka sebagai alumni harus merawat hal itu dengan baik di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Pewarta : Ibnu Abbas
Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga