Image Slider

Rawat Khazanah Keilmuan, IPNU-IPPNU Sumenep Akan Gelar Ngaji Kitab Karya Mbah Hasyim

Batuan, NU Online Sumenep

Sebagai upaya merawat tradisi pesantren dan khazanah keilmuan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep akan menggelar ‘Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah’ karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Kegiatan yang akan digelar rutin setiap Ahad sore pukul 15.00 WIB setengah bulan sekali ini akan dipusatkan di Aula Kantor PCNU Sumenep, Jalan Trunojoyo, Nomor 295, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep. Adapun yang akan mengampu ngaji kitab ini ialah KH. Ahmad Halimy dan K. Hantok Sudarto.

Zaynollah mengatakan, bahwa kegiatan ini akan melibatkan seluruh kader IPNU-IPPNU di semua tingkatan. Baik di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR), bahkan Pimpinan Anak Ranting (PAR).

“Nantinya, ngaji rutin kitab karya pendiri Nahdlatul Ulama ini akan digelar dengan sistem ngaji bandongan, atau tutor akan memaknai kitab dan menerangkan pengertiannya,” ujarnya kepada pcnusumenep.or.id, Ahad (17/01/2021).

Ketua PC IPNU Sumenep ini mengajak kepada seluruh kader IPNU-IPPNU, untuk terlibat aktif di kegiatan ngaji kitab tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk mengembalikan citra diri organisasi pelajar di bawah naungan NU dan sebagai basis utama dalam menumbuhkembangkan khazanah ilmu keislaman.

“Apalagi, kitab yang akan kita pelajari ini akan mengupas terkait paham atau ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah, sebagai landasan berpikir dan bertindak kamu nahdliyin. Jadi, sangat penting dipelajari oleh para Pelajar NU,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Syarifah Jamilah, Ketua PC IPPNU Sumenep, bahwa program ngaji rutin tersebut sebagai upaya untuk merawat tradisi kaum santri agar tidak terkikis. Seiring kemajuan teknologi, para pelajar NU harus diimbangi dengan bekal keilmuan dan pengetahuan yang mumpuni.

“Silahkan, diberitahukan kepada seluruh kader-kader IPNU-IPPNU, bahwa kita harus merawat tradisi ini. Sebab idealnya, IPNU-IPPNU adalah wadah pembinaan bagi anak muda NU,” tutur Mahasiswi Institut Kariman Wirayudha (Inkadha) Baraji, Gapura, Sumenep ini.

Pihaknya juga berharap, ikhtiar untuk mempertahankan tradisi yang berkembang di pesantren, yang kemudian diaplikasikan dalam sebuah tatanan organisasi pelajar NU, bernilai sebagai ibadah, yang ke depannya terus bisa menuai manfaat untuk semua pihak.

Lebih jauh, Wakil Ketua Bidang Jaringan Sekolah dan Pesantren PC IPNU Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan, bahwa kegiatan ini dibuka untuk umum bagi seluruh kader IPNU-IPPNU Sumenep.

“Kami buka untuk umum, khususnya kepada kader IPNU-IPPNU. Kitabnya sudah kami sediakan. Tinggal hadir sesuai jadwal yang nanti akan kami sebarkan. Jangan lupa membawa uang Rp. 10.000,- sebagai ganti infaq Kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah ini,” pungkas pria yang juga Koordinator Pelaksana kegiatan ini.

 

Editor : A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga