Image Slider

Rahasia Wanita Penghuni Surga

Oleh: Diana Ningsih

Berdasarkan realita yang ada, emosi wanita lebih tinggi daripada rasionya. Wanita identik dengan perasa, air mata, kasih sayang, keibuan, dan sebagainya. Itu wajar, karena pada dasarnya wanita adalah makhluk yang dilingkupi kelembutan dan kehalusan rasa yang menjadi ciri khasnya.

Di satu sisi, laki-laki juga memiliki karakter yang menyerupai wanita. Berapa banyak laki-laki yang gila atau bunuh diri karena cintanya ditolak oleh wanita, bahkan diselingkuhi. Kasus perselingkuhan inilah yang menimbulkan kasus kriminal. Belum lagi saat ini diviralkan oleh lagu-lagu melankolis yang kebanyakan penciptanya dari kalangan pria, walaupun sebagian ciptaannya dinyanyikan oleh wanita.

Berangkat dari penjelasan di atas, wanita lebih tangguh daripada laki-laki. Kalimat ini bisa menyakitkan bagi kaum Adam. Namun kalimat itu mendekati benar apabila ditransformasikan kepada tugas-tugas wanita yang sangat berat. Tugas tersebut jarang sekali dilakukan oleh laki-laki. Laki-laki lebih banyak melakukan tugasnya yang berhubungan dengan fisik di lapangan. Sedangkan wanita dituntut untuk multifungsi dalam menghadapi berbagai persoalan, baik yang dihadapi suami, pendidikan anak, dan urusan rumah tangga lainnya, seperti memasak, mencuci baju, mencuci piring, menyuapi anak, mengantarkan makanan ke sawah, dan sebagainya.

Jika seorang suami pulang dari pekerjaannya (mencari nafkah) kemudian membawa seribu persoalan tentang persaingan bisnis atau permasalahan keprofesian lainnya, ketika itu pula anaknya menangis atau menjengkelkan atas sikapnya yang kekanak-kanakan, perempuan memposisikan dirinya di tengah-tengah dan memberikan solusi yang sangat humanis. Walaupun pada dasarnya pekerjaan rumah tangga lainnya belum diselesaikan.

Bayangkan, aktivitas wanita tidak ada batasannya, mulai dari bangun tidur hingga larut malam menemani anaknya tidur. Sementara dalam kondisi seperti itu, wanita tetap tegar dan tersenyum, sebagai wujud keikhlasan dan ketulusan saat menghadapi beragam problematika kehidupan.

Deskripsi singkat tersebut bagian dari implementasi sosial dan kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang istri. Karena Allah SWT akan memberikan pahala bagi wanita yang  menjalankan tanggung jawabnya. Pahala tersebut sebesar pahala laki-laki yang berperang untuk berjihad di jalan Allah, seperti mencari nafkah.

Anggapan miring tentang wanita hakikatnya tidak ada larangan dalam Islam bagi perempuan untuk berperan aktif dalam masyarakat. Perempuan berhak untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi dan kemampuan dalam dirinya. Adapun perang langsung yang dapat dilakukan adalah peran sebagai seorang anak, istri, ibu, dan sebagai anggota masyarakat. Perempuan dan laki-laki memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti halnya dikatakan oleh R.A Kartini, “Wanita menerima perlakuan yang dari masyarakat dan berkewajiban menciptakan masyarakat yang sehat”.

Secara tekstual, wanita mendapatkan posisi terhormat sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW. Artinya wanita bukanlah makhluk yang selalu dikesampingkan. Padahal wanita adalah makhluk yang dianggap penting dalam membantu tercapainya sebuah kesuksesan, baik dalam keluarga, pendidikan, perekonomian, dan hal lainnya. Tidak heran jika ada sesepuh mengatakan bahwa kesuksesan perekonomian suami tergantung pada semangat dan dorongan yang diberikan oleh istri. Wanita yang shalehah dengan segala bentuk kelebihannya mampu mengubah dunia menjadi lebih sempurna. Setiap sudut akan memancarkan cahaya kedamaian dan ketenangan. Maka tidak berlebihan jika Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa sebaik-baiknya wanita adalah perhiasan dunia. Ciri wanita tersebut adalah wanita yang bisa menjaga kehormatan keluarganya dari berbagai macam perubahan dan pergeseran nilai-nilai moral.

Seorang pujangga mengatakan, bahwa standar kecantikan wanita terdapat pada matanya. Karena menyimpan seribu misteri dan makna yang menjadi ungkapan hati. Sebagaimana tersirat dalam puisi Ibnu Qayyum yang berbunyi: “Mata indah dengan bulu lentik, menggoda hati terusik, alis teduh penuh pesona, menumbuhkan syahdu rona wanita“. Ada juga yang mengatakan bahwa wanita ibarat burung yang hanya didengar suara merdunya tanpa bisa menyentuhnya. Kecuali ia tertangkap dalam sangkar yang ditandai dengan acara resmi sebagai tanda adanya ikatan suci. Oleh karenya, Donnie Sibarani, vokalis Ada Band mengatakan dalam lagunya, bahwa wanita ingin dimengerti.

Namun, seperti apapun wanita dalam pandangan kita, sebesar apapun kekuasannya, setinggi apapun jabatannya, segemilang apapun ketenerannya, ia tetaplah butuh perlindungan laki-laki. Ia akan dicintai, dikasihi, dan disayangi oleh pilihan Allah SWT dalam biduk rumah tangga. Karena perlindungan itu merupakan kebutuhan hakiki yang sudah menjadi fitrah baginya. Sementara laki-laki memang diciptakan untuk melindungi dan mengayomi dengan kelebihan yang ia miliki.  Wallahu a’lam.

 

*) Diana Ningsih, Nahdliyat asal Pragaan Laok, Pragaan, Sumenep. 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga