Image Slider

Kiai Pandji Doakan Muktamar Perkuat Jati Diri NU Manjadi Solusi Dunia

Dasuk, NU Online Sumenep

Berkaitan dengan Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH A Pandji Taufiq mengingatkan agar warga NU tidak mengikuti gaya kontestasi Calon Ketua Umum PBNU dari kalangan diluar NU, seperti sistem polling dan sejenisnya.

Pernyataan ini disampaikan saat papat Konsolidasi Komisi Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di Pondok Pesantren Nurul Islam Dasuk Sumenep (10/10/2021).

Kiai Pandji menyebut bahwa beban Ulama NU saat ini sangat berat. Berbagai kegiatan seremonial di NU marak, tapi isi kesejatiannya terasa semakin jauh dari nilai-nilai NU. Misalnya nilai kejujuran semakin jauh dari harapan. Baik kejujuran di pentas sosial maupun bagi penyelenggran negara yang kebanyakan juga dari kalangan santri.

“Gasab helm, sandal dan sejenisnya di lingkungan masyarakat masih sering terjadi, apalagi hal lain. Ini hal sepele. Namun jika dibiarkan akan terus dilakukan,” sindirnya sambil bercanda dan melontarkan tawa.

Menurut pandangannya, menjaga nilai-nilai kesantrian di dalam NU sendiri berat, apalagi menghadapi orang di luar NU yang secara pelan-pelan mulai memojokkan para kiai sepuh dengan memenggal beberapa potongan video.

“Orang atau kekuatan lain tak takut kepada negara, tapi takut kepada NU. Sehingga tanggung jawab NU berat. Terlebih Muktamar jadi terasa berat. Ingat, jangan lihat bungkusnya,” Sergahnya.

Beliau juga menyitir  beberapa para pengamat yang mengatakan bahwa Indonesia sudah dikuasai Kapitalisme global. Maka Muktamar ini jangan diserahkan kepada mikanisme polling, tapi melalui istighotsah di masjid, mushala, atau suraw agar Muktamar selamat dan berjalan lancar sesuai perencanaan.

Muktamar, kata alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk ini bukan sekedar soal Calon Rais dan Ketua Umum saja. Tetapi memikirkan keruwetan negara. Sebab anggaran negara atau daerah katanya masih lebih banyak untuk belanja operasional (belanja aparatur negara), daripada belanja langsung untuk pembangunan.

Dilanjutkan, PBNU juga sedang mengingatkan negara agar tidak membengkakkan hutang ke luar negeri. “Salah satu isi Muktamar adalah membicarakan agar negara tak selalu menambah hutang,” ungkapnya.

Dulu, PBNU mengkaji pengelolaan kekayaan alam seperti air tidak boleh diberikan kepada perorangan, tapi digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. “Jangankan hal lain, air pun masih dijual oleh person yang merupakan kekuatan kapital,” jelasnya.

Lebih jauh lagi bahwa, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 semakin jauh dari harapan kesejahteraan setelah dilakukan amandemen. “Sejak dulu NU ingin agar UUD 1945 kembali kepada yang sejatinya. Yakni berpihak kepada masyarakat atau melihat beberapa promblem yang dikeluhkan rakyat,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Kiai Pandji meminta agar pengurus dan warga NU didorong agar rajin berdoa agar Muktamar nanti bukan hanya memilih Rais dan Ketua PBNU, tetapi bisa menyelesaikan sebagian dari masalah rakyat dan bahkan masalah dunia.

“Perlu diketahui, keberadaan NU bisa dibawa ke pentas internasional. Bukan hanya sebagai pegangan hidup, tapi menjadi solusi persoalan dunia,” pungkasnya.

Pewarta: Zubairi El-Kariem

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga