Rubaru, NU Online Sumenep
Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep menggelar resepsi pelantikan di Pondok Pesantren Nurul Muchlishin Pakondang, Rubaru, Sabtu (23/10/2021).
Ketua PC GP Ansor Sumenep, Kiai Qumri Rahman mengatakan, seharusnya pelantikan ini dilaksanakan maksimal 30 hari setelah Surat Keputusan (SK) turun. Berhubung terkendala Covid-19, maka kegiatan ini ditunda dalam kurun waktu 1 tahun.
“Walaupun diundur, kami merasa bahagia sekali ditakdirkan mengabdi pada masyaikh Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan salah satu pengurus yang barusan dilantik mengikuti prosesi ini walaupun kondisi istrinya sedang proses persalinan. Dia mengatakan pada kami, ketika lahir ke dunia, anaknya tau bahwa ayahnya mengabdi pada masyaikh NU. Semoga menjadi anak yang shalih atau shalihah seperti yang diharapkan orang tua,” doanya saat menyampaikan sambutan.
Tak hanya itu, Kiai Qumri menyampaikan laporan kepada pengurus Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur bahwa, secara administrasi PC menaungi 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang berbasis kecamatan. Semuanya tersebar di 19 daratan, dan 7 di kepulauan. Sementara yang berbasis Pimpinan Ranting (PR) 272 sudah terakreditsai.
“Total pengurus Ranting saat ini berjumlah 1641 orang. Yang hadir saat ini hanya pengurusnya. Andai saja anggotanya ikut, maka akan dipenuhi warna hijau dari pintu gerbang sampai ke depan panggung,” ungkapnya.
Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo tersebut menegaskan, pihaknya tetap mematuhi instruksi dan amanah PD/PRT PO keorganisasi. Terlebih di bidang pengkaderan yang setiap tahun melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
“Target kami per-tahun, minnimal mencetak 1000 kader. Bahkan di masa pandemi ini, kami melaksanakan kaderisasi dengan total 889 kader,” tuturnya dengan lantang.
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu meminta maaf kepada pengurus PW. Karena pihaknya tidak bisa melakasanakan kaderisasi via zoom meeting.
“Kalau berbentuk zoom meeting, kami tidak mampu. Sebab masyaikh kita mengaji secara langsung pada gurunya. Oleh karena itu, kita selaku santrinya wajib mengikuti jejaknya,” sergahnya.
Tak sampai di situ, Covid-19 mulai melandai di Madura. Berangkat dari fenomena ini, dirinya mengajak untuk mengabdi pada masyaikh NU. Pengabdian ini tak hanya di dunia, melainkan di akhirat.
“Cuaca ekstrem yang cukup panas ini, tak menghentikan langkah kita untuk berkhidmat. Semoga kita diakui santrinya muassis dan bisa bersama-sama ke surga bersama beliau,” doanya.
Mantan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Sumenep tersebut menegaskan, seluruh pengurus Ansor harus mengabdi pada NU.
“Kalian berada di kepengurusan, bukan mengabdi pada saya, tapi mengabdi pada masyaikh NU. Jangan pernah mundur dalam perjuangan ini,” pungkasnya.

