Image Slider

Ketua Ansor Pragaan Minta Pertahankan Dakwah Rijalul Ansor

Pragaan, NU Online Sumenep

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan gelar kegiatan setengah bulanan, yakni Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) bersama angkatan ke VII Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di maqbaroh Almaghfurlah KH Ahmad Fauzi Sirran, Jaddung, Kamis (18/11/2021).

“MDSRA kali Ini merupakan pertemuan perdana dengan angktan ke 7 PKD,” kata Ketua Ahmad Ghazali selaku Ketua PAC GP Ansor Pragaan saat mengawali pengarahan.

Selain itu, dirinya menjelaskan, MDSRA merupakan Badan Semi Otonom yang kegiatannya diisi dengan shalawatan, dzikiran, istighotsahan, diba’an, untuk bermunajat kepada Allah SWT sambil mengagungkan Nabi Muhammad SAW.

“Yang sering jadi rentetan acara ini adalah pembacaan Ratib Al-Haddad. Berhubung dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan telah mengijazah kami, maka saat ini kami membaca Ratib Syaikhona Kholil yang dipimpin oleh ustadz Imam Sya’rani selaku ketua MDSRA,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Dijelaskan pula, ia mengutarakan, MDSRA adalah bagian mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, terutama amaliyahnya yang getol dibid’ahkan oleh beberapa golongan. Bahkan di sini lah menjadi ajang konsolidasi antar PAC dengan pengurus Pimpinan Ranting (PR) kendati acaranya sederhana dengan suguhan air putih dan camilan.

“Lewat kegiatan ini, kami bisa mendengar secara langsung beberapa kendala yang dihadapi oleh ranting. Dan kami bisa memberikan jalan keluar agar ranting tetap hidup dengan beragam kegiatan yang sifatnya diniyah atau pun ijtimaiyah,” tuturnya.

Imam Ghazali menegaskan, PAC kuat karena Rantignya kuat. Menurutnya, ada beberapa indikator yang harus dijaga dalam mengatur ritme pengelolaan manajemen keorganisasian. Pertama, memassifkan pertemuan yang diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Tak harus banyak anggotanya. Walaupun 3 orang itu sudah cukup. Tak harus pula menyediakan suguhan yang mewah. Cukup air putih, bagi kami itu sudah luar biasa. Yang penting pertemuan di ranting tetap berjalan,” pintanya.

Kedua, diisi dengan kegiatan keagamaa. Misalnya, safari Ramadhan bulan lalu yang dikemas dengan khatmil Qur’an mendapat respon positif dari masyarakat. Mereka menganggap kegiatan kepemudaan ini bisa mengajak pemuda lainnya untuk nimbrung dalam kegiatan tersebut.

“Jaga kepercayaan masyarakat. Upayakan kegaiatan ranting menyapa warga,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga