Kota, NU Online Sumenep
Mahasiswa PGMI STITA Presentasi di 5st AnCoMS
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep delegasikan mahasiswanya untuk mengikuti Annual Conference for Muslim Scholar yang ke-5 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Hotel Santika Premiere Gubeng (20-21/10/23). Acara yang dihelat oleh Kopertais IV Surabaya ini dihelat setiap tahun untuk mempertemukan para akademisi mendiskusikan hasil penelitian.
Pada kesempatan ini, Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Kiai Shulhan menyatakan, pihaknya mendelegasikan anggota tim penelitin dari unsur mahasiswa Dauri Aziz untuk menghadiri AnCoMS tersebut dalam rangka mempresentasikan hasil penelitian berjudul Positioning local culture on Elementary School Curriculum Development for Breading Moderate Attitude.
Dirinya menjelaskan, pantia AnCoMS sebelum kegiatan mambuka call for paper untuk menjaring abstrak artikel yang diseleksi secara ketat untuk diundang dalam kegitan diskusi panel. Judul di atas berhasil masuk daftar judul yang lolos seleksi dalam klaster pendidikan.
Dalam artikel ini dijelaskan beberapa hal penting antara lain. Pertama, masyarakat Indonesia mampu bersikap moderat karena mampu memadukan budaya lokal dan spirit beragama dalam tindakan dan aksi nyata. Kedua, sikap moderat di kalangan pelajar semakin menurun karena tercerabut dari akar budaya lokal dan migrasi pada pola-pola baru yang tidak bersumber dari kearifan lokal.
Ketiga, Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang dimainkan secara kolektif. Hal itu terbukti mampu memupuk sikap moderasi yang kuat. Keempat, permainan tradisional dianggap perlu dihadrikan kembali ke tengah-tengah kehidupan anak-anak MI/SD untuk menumbhuhkan sikap moderat.
Paparan di atas menegaskan pentingnya budaya lokal. Dalam konteks ini permainan tradisional digunakan sebagai trigger untuk menyemaikan nilai dan sikap moderat. Hal itu penting dilakukan karena terbukti mampu membentuk jiwa-jiwa moderat seperti yang terjadi pada masyarakat Madura terdahulu.
Shulhan saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya memiliki perhatian serius untuk meningkatkan kemampuan menulis dan publikasi ilmiah. Pihaknya mendorong agar mahasiswanya rajin membaca, menulis dan mengikuti konferensi sebagai pembicara bukan sebagai peserta. Untuk itu, di AnCoMS ini dia mendelegasikan mahasiswa untuk menyampaikan hasil penelitian di forum ilmiah.
“Kami mendorong mahasiswa untuk menjadi pembicara di berbagai konferensi agar motivasi untuk berkarya terjaga bahkan semakin besar,” ucapnya kepada NU Online Sumenep, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, mahasiswa di masa kini tidak cukup menyusun makalah hanya dipredentasikan di kelas dalam setiap mata perkuliahan, tetapi perlu dipublikasikan dalam jurnal ilmiah atau proseding.
“Spirit publikasi penting digalakkan agar mahasiswa produktif dalam karya tulis, tidak sekedar jago dialog,” tandasnya.

