Lenteng, NU Online Sumenep
Pengurus Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Cabang Lenteng, Pengurus Lembaga Bahstul Masail (LBM) IAA Pusat, dan Pengurus Satuan Tugas (Satgas) Peduli Sosial, Bencana, dan Lingkungan Hidup IAA Pusat resmi dikukuhkan oleh Sekretaris Umum IAA Pusat, Moh Jazuli Muthhar.
Acara pengukuhan dipusatkan di kediaman saudara Ali Makki Dusun Jambu Munyit, Desa Lenteng Barat, Lenteng, Ahad (29/05/2022).
Dari hal itu, Ketua III IAA Pusat, Kiai Ahsan Mas’udi berpesan agar pengukuhan pengurus dijadikan sarana recharging energi komitmen spiritual dan jalinan kerja semangat untuk seluruh pengurus IAA baik di pusat atau cabang.
“Kepengurusan ini sudah sah setelah Surat Keputusan (SK) turun. Tetapi, dalam pengukuhan ini juga diperlakukan yang namanya taaruf agar saling mengenal satu sama lain,” katanya.
“Semoga panjenengan semua menjadi saksi atas ikrar kesanggupan para Pengurus Divisi IAA Pusat dan Pengurus IAA Cabang Lenteng ,” imbuh alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-Guluk ini.
Selanjutnya, Kiai Ahsan mengutip ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 269, Yu’til hikmata man yasya’ wa man yu’tal hikmata faqad utiya khairan katsira (Allah menganugerahi hikmah (pengetahuan yang dalam) pada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi hikmah yang banyak).
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Ellak Laok, Lenteng itu, para pengurus yang dikukuhkan merupakan orang alim yang termasuk dianugerahi hikmah oleh Allah SWT sebagaimana disinggung oleh ayat di atas.
Sehubungan dengan itu, sebagaimana pernah ditegaskan Imam Syafii, Kiai Ahsan mengatakan bahwa seluruh pengurus tersebut harus selalu berpedoman pada ajaran-ajaran agama dan mengetahui kondisi masyarakat sekitar.
“Imam Syafii menyatakan bahwa orang alim, apalagi pengurus IAA, adalah orang-orang yang selalu wuquf (berpedoman) dengan agamanya dan tahu betul apa yang terjadi di tengah masyarakat. Detak jantung yang terjadi di tengah masyarakat harus diketahui si alim ini,” terang alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Annuqayah (STISA) Guluk-Guluk ini.
Alumni Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini menjabarkan bahwa seorang alim juga harus menjadi teladan bagi umat, peduli pada agama dan bangsa, memiliki pandangan yang luas, menguasai keilmuan yang mendalam, serta memiliki kearifan dalam kepemimpinan yang dikagumi.
Mendasari paparannya, Kiai Ahsan mengutip salah satu hadits Nabi SAW yang artinya, ‘Sesungguhnya perumpamaan seorang alim adalah seperti mata air yang menyirami negeri dan setiap orang yang melewatinya. Demikian juga orang alim, penduduk negeri dan orang yang melewatinya dapat mengambil manfaat dari keberadaannya.’
“Itulah tugas-tugas ulama yang sebenarnya,” tegas alumni Madrasah Tsanawiyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini.
“Semoga Allah memberikan ma’unah (pertolongan), kekuatan bagi kita semuanya sehingga pengabdian ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat ridha Allah SWT,” pungkasnya.
Agenda pengukuhan pengurus tersebut dihadiri oleh Dewan Masyaikh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk yaitu KH Moh Muhsin Amir dan KH Muhammad Ali Fikri. Di samping itu hadir juga KH Alawi Ashim, KH Dumairi Khatib, K Ali Tsabit Habibi, dan lainnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

