Image Slider

PMII Asy’ariyah Stidar Ganding: Jangan Tinggalkan Ajaran Pesantren

Ganding, NU Online Sumenep
Setiap manusia tentunya ingin menambah wawasan dalam menggali pontensinya agar kehidupannya kelak terarah dan masa depannya cerah.

Untuk menempatkan potensi tersebut, maka Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asy’ariyah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding, gelar kajian spesial di momentum Pra Hari Lahir (Harlah) organisasi yang dicintai oleh santri Ganding, Sabtu (3/4/2021) yang dipusatkan di perpustakaan umum Yayasan Raudlatul Iman. Tajuk kajian yang diangkat adalah ‘PMII Pesantren’.

Moh Ghalib Bafadlal mengutarakan bahwa tema tersebut sengaja diangkat dalam kajian pada hari ini, karena warga pergerakan didominasi oleh kaum sarungan yang berjiwa kesatria.

“Kajian rutinan ini terbiasa dilaksanakan setiap minggu pada hari sabtu pagi yang notabene kader-kadernya berstatus santri mukim di pesantren itu,” ujar Ketua PK PMII Asy’ariyah Stidar Ganding.

Ketika acara dimulai, respon muncul dari Moh Zuhal yang menyampaikan pemikirannya bahwa warga pergerakan berkhidmat pada wadah yang jelas sanadnya dan tidak mengedepankan rasionalitas dari pada nilai-nilai yang diajarkan oleh kiai di pesantren.

“Kita itu berkhidmat dengan cara berorganisasi melalui PMII yang berbasis santri dan menjunjung budi luhur serta ajaran para wali,” ucap salah satu kader PMII yang hadir pada saat kajian rutinan tersebut.

Mendengar penjelasan yang disampaikan oleh sahabat Zuhal, kader lainnya setuju dengan pendapatnya. Namun berselang kemudian, Sahawi menegaskan bahwa seluruh warga pergerakan pasti berkhidmat di organisasi yang berbasis santri, yang mana saat mengimplementasikannya tentu tidak terlepas dari nilai-nilai yang diajarkan pesantren.

“Artinya kita boleh menambah wawasan seluas mungkin agar bisa memahami terhadap dinamika sosial yang ada di lingkungan kita,” sergahnya.

Tak sampai di situ, jika memang berbasis pesantren maka santri tidak boleh terlepas dari ajaran-ajaran pesantren yang disampaikan oleh para kiai saat melakukan gerakan sosial kemasyarakatan yang banyak melibatkan kaum santri.

Di penghujung acara, Moh Ghalib Bafadlal selaku Ketua Mandataris PMII Asy’ariyah Stidar Ganding membenarkan terhadap apa pendapat yang disampaikan oleh sahabat-sahabatnya yang menyatakan bahwa seluruh kader tidak boleh sedikitpun meninggalkan ajaran yang ada di pesantren, baik di bidang keagamaan dan kebangsaan.

“Semoga hasil kajian ini benar-benar diamalkan dan tidak menjadi wacana belaka,” tunkasnya.

Kegiatan ini diprakarsai oleh angkatan Kommas 19 dan Ganja 20 yang dalam setiap minggunya mengasah kualitas intlektualnya agar terbuka dan mampu memahami perubahan di lingkungannya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga