Image Slider

Sah! KH Abd Warits Anwar Terpilih Kedua Kalinya sebagai Rais Ranting NU Pakamban Laok

Pragaan, NU Online Sumenep

Musyawarah Ranting (Musran) Pakamban Laok, Pragaan yang dihelat di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Burhan telah usai, Jumat (01/09/2023). Sidang tertinggi di tingkat ranting ini memutuskan bahwa KH Abd Warits Anwar terpilih sebagai Rais Syuriyah kedua kalinya dan H Kurniadi terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pakamban Laok masa khidmat 2023-2028.

Proses pemilihan rais dilalukam secara tertutup oleh anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), antara lain KH Abd Warits Anwar, Kiai M Suhir, Kiai Maswan, Kiai Hadiri, KH Abd Khaliq Marzuki. Dalam proses pemilihan yang mufakat, terpilihlah kembali KH Abd Warits Anwar sebagai Rais Syuriyah.

Berbeda dengan penetapan bakal calon ketua. Berdasarkan pantauan NU Online Sumenep, Kiai Khozairi memperoleh 6 suara, Saiful Bahri 5 suara, H Kurniadi 9 suara, Ainul Yaqin 1 suara.

Untuk menabulasi perolehan suara dari masing-masing calon ketua, rais terpilih menetapkan 2 nama yang maju pada tahapan selanjutnya, yaitu Saiful Bahri dan H Kurniadi yang menyatakan kesiapannya untuk dipilih.

Diketahui, kedua calon itu berharap kepada musyawirin untuk merapatkan barisan dan memassifkan kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain itu, mereka berdua berharap terbentuknya keharmonisan dengan Banom NU dan pemerintah desa setempat melalui program unggulan uang bakal disusun dalam Rapat Kerja (Raker).

Usai musyawirin memasukkan suaranya ke kotak suara diputaran kedua. H Kurniadi memperoleh 14 suara yang mengungguli Saiful Bahri dengan jumlah 7 suaranya. Dengan demikian, H Kurniadi terpilih sebagai ketua tanfidziyah.

Setelah pimpinan sidang memukul palu sidang pleno IV, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan KH A Junaidi Muarif mengingatkan bahwa seseorang yang mengabdi di NU akan dihadapkan pada dua nasib.

“2 nasib itu adalah bisa saja menguntungkan bisa juga mencelakakan. Semuanya tergantung pada diri kita masing-masing dengan mengokohkan niat dan cara kita berkhidmat,” ujarnya saat memberi sambutan.

Di tempat yang berbeda, Kamil ketua panitia mengutarakan, Musran dihelat atas instruksi MWCNU pada seluruh ranting. Pihaknya merespon dengan membentuk panitia dan menetapkan tema Musran, yakni ‘Memberdayakan Organisasi, Meningkatkan Pengabdian, Mengakarkan ke-NU-an’.

“Selama 1 bulan lebih, kami persiapkan materi-materi sidang komisi, menyusun tata tertib sidang, dan mendorong pengurus dalam penyusunan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ),” ucapnya kepada NU Online Sumenep, Sabtu (02/09/2023).

Dilaporkan, kurang lebih ratusan undangan yang dilibatkan. Meliputi pengasuh pesantren dan madrasah, tokoh agama, badan otonom NU, Remaja Masjid (Remas), serta 3 Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) yang ter-SK.

Sebagaimana dalam Tatib yang disepakati pada pleno I, PAR Hubbur Rosul Dusun Kacangan pimpinan Saiful Bahri, PAR Burdah Dusun Galis pimpinan Kiai Khozairi, PAR Khatmil Quran Al-Munawwir Dusun Karang Dhalem pimpinan Anas Anshari, memiliki berhak memilih ketua ranting.

“Ada 21 suara yang memilih ketua tanfidziyah. Dan baru kali ini yang pertama, Musran dikemas dengan 4 pleno. Tak heran alur pelaksanaannya seru dan berbeda dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga