Kota, NU Online Sumenep
Ferdi Indra Purwijaya adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep ikuti Pelatihan Kader Literasi (PKL) Zona Madura Raya yang dihelat oleh Literacy Center Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur. Baca tersebut dipusatkan di Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Sabtu (26/11/2022) kemarin.
Dijelaskan oleh Misnatun selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITA Sumenep, sebelum ditetapkan sebagai delegasi, pihaknya melakukan penjaringan kandidat dengan membuka call for paper bagi mahasiswa.
“Dari beberapa peserta yang mengirim tulisan, dipilihan saudara Ferdi sebagai penulis terbaik yang selanjutnya ditetapkan sebagai delegasi pada kegiatan PKL,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senin (28/11/2022).
Fokus dari kegiatan ini adalah membimbing dan melatih mahasiswa dalam menulis feature tokoh-tokoh NU. Baginya, PKL selaras dengan visi misi LPPM dalam membangun budaya literasi di lingkungan kampus dan mendorong mahasiswa agar produktif dalam menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.
Dalam pertemuan ini, Ferdi menyampaikan pengalaman-pengalaman literasinya. Ia membagikan pengalaman menulis esai yang diikut sertakan dalam penjaringan kandidat peserta PKL yang dilakukan oleh LPPM.
Dirinya mengaku sangat antusias mengikuti acara ini, karena bertemu dengan lima narasumber hebat, yaitu Wasid Mansyur Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Rijal Mumazziq Z Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah (Inaifas) Kencong Jember dan Penerbit Imtiyaz Surabaya, Syaifullah Ibnu Nawawi Pempinan Redaksi (Pemred ) Aula dan NU Online Jatim, Ayunda Rahmawati Redaktur Media merahputih.id, dan Nur Faisol Pemred jatim.vivanews.com.
Diceritakan, kegiatan ini adalah edisi ke-4. Pasca Rencana Tindak Lanjut (RTL), tulisan peserta akan dimuat di buku yang diterbitkan oleh LTNNU Jatim.
“Salah satu Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep berharap buku yang memuat biografi tokoh-tokoh NU di Madura bisa meminimalisir dan meluruskan isu-isu yang tidak benar,” paparnya.
Tak hanya itu, pengurus LTNNU Jatim menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini untuk mencari hikmah dan keberkahan.
“Pasca opening ceremony, kami beserta peserta lainnya fokus pada sesi materi, diskusi dan RTL,” pungkasnya.
Pewarta: Sulhan
Editor: Firdausi

