Gapura, NU Online Sumenep
Sebagaimana mafhum di kalangan Nahdliyin, prinsip ‘mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik’ merupakan cara pandang yang tawasshut dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Termasuk perihal seni musik hadrah.
Atas dasar itu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gapura menggelar parade hadrah klasik, tepat di momentum malam pergantian tahun, Jum’at (31/12/2021), di halaman Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat.
Ketua MWCNU Gapura, KH. Moh. Alwi mengapresiasi atas kegiatan yang digagas oleh Ansor Gapura. Selain merangkul pemuda, juga telah berupaya untuk mempertahankan tradisi hadrah klasik yang keberadaannya kian memudar.
“Atas nama MWC, kami bangga dan bersyukur atas segala aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh Ansor Gapura,” tuturnya saat memberikan sambutan.
Kiai Alwi, sapaan akrabnya, berharap keberadaan hadrah klasik tetap eksis selamanya, di tengah merebaknya hadrah-hadrah lain dengan inovasi terbarukan. Sebab, menurutnya, hadrah klasik memiliki nilai dan ruh tersendiri yang tidak boleh dihilangkan.
“Jadi saya kurang setuju manakala Hadrah klasik ini kehilangan jati diri dan ruhnya. Tidak jarang pula, inovasi yang dilakukan itu justru membuatnya kehilangan jati diri dan ruh,” imbuhnya.
Pengasuh Yayasan Manhalul Irfan, Desa Batudinding, Gapura itu juga mendukung penuh gagasan PAC GP Ansor Gapura menyatukan grup hadrah klasik se-Kecamatan Gapura, dalam rangka melestarikan tradisi dan merangkul pemuda untuk bershalawat bersama di momentum pergantian tahun.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Gapura, Marzuki mengapresiasi atas keterlibatan dan kekompakan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Gapura yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Bahkan ada ranting yang juga ikut memberikan performa hadrah terbaik.
“Luar biasa peran ranting. Bahkan Ranting Ansor Grujugan juga tadi tampil. Langsung dipimpin ketua dan sekretarisnya. Begitu juga dengan ranting-ranting lain yang selama ini aktif berkegiatan,” paparnya.
Marzuki menambahkan, parade hadrah klasik digelar tepat saat momentum malam pergantian tahun untuk memberikan warna tersendiri yang sarat akan tradisi menyambut tahun 2022. Menurutnya hal itu sangat penting guna meminimalisir kegiatan yang kurang bermanfaat, utamanya di kalangan pemuda.
“Ini adalah upaya kita untuk menarik dan merangkul pemuda agar menyambut tahun baru 2022 dengan shalawatan bersama. Sehingga tidak mengisinya lagi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat,” pungkasnya.
Seperti diketahui, parade hadrah klasik dalam acara Ansor Gapura Bershalawat itu dimeriahkan oleh beberapa grup hadrah. Antara lain, Hadrah Ranting GP Ansor Grujugan, Hadrah Al-Izzah Gapura Tengah, Hadrah Nurul Jadid Baban, Hadrah Al-Mujahid Longos, dan Hadrah Al-Ridwan Bangkal, Kota Sumenep.
Editor: Firdausi

