Image Slider

Sambut Harlah NU Ke-96, Ranting NU Ellak Laok Gelar Halaqah

Lenteng, NU Online Sumenep
Founding Father negeri ini tidak hanya dipelopori oleh tokoh-tokoh nasionalis. Akan tetapi, ada sumbangsih dan keterlibatan tokoh-tokoh agamis juga. Beliau adalah KH Hasyim Asy’ari. Sebagai warga Nahdliyyin kita harus bisa mengikuti jejak langkah beliau sebagai orang yg nasionalis dan juga agamis.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kiai Achmad Bahrur Rozi ketika mengisi acara Halaqah Ke-NU-an dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU Ke-96 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Ellak Laok, Lenteng, Ahad, (30/01/2022) di Aula Madrasah Miftahul Huda Ellak Laok.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Tarate ini menjelaskan keterlibatan tokoh sentral NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“KH Hasyim Asy’ari sebagai sosok sentral perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Sebagai salah satu gerakannya adalah Resolusi Jihad NU pada oktober 1945. Dengan tegas beliau menyuarakan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hingga akhirnya muncul kaidah yang disuarakan dengan Hubbul Wathan Minal Iman (mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman), ujarnya.

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menyebutkan isi dari resolusi jihad pendiri NU.

“Fatwa atau resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari berisi lima butir. Seperti tertulis dalam Biografi KH Hasyim Asyari. Butir pertama Resolusi Jihad berbunyi; kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan. Kedua; Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. Ketiga; musuh Republik Indonesia yaitu Belanda yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia,” jelasnya.

“Keempat; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali, dan kelima; kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang,” lanjut Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lenteng itu.

Alumni Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini mengungkapkan semangat tersebut yang sampai saat ini digelorakan oleh kaum Nahdliyin di seluruh dunia bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

“Dengan demikian peran dan kontribusi NU sangatlah besar untuk meraih kemerdekaan ini. Mempertahankan kemerdekaan beberapa cara yang ditempuh adalah bersifat tengah-tengah atau dalam bahasa disebut moderat, tawasuth dan tawadhu dalam menghormati setiap warga Indonesia yang berbeda agama, bahasa, dan budaya,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Latee ini berharap agar para kader NU tetap memiliki semangat seperti para muassis NU dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Kini pasca kemerdekaan RI, kader-kader penerus Nahdlatul Ulama di semua level tingkatan organisasi harus sekuat tenaga mempertahankan sikap NU dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Sikap tawazun, tawasuth, tasamuh, dan i’tidal adalah sikap yang tepat untuk dipedomani kader Nahdliyin di manapun dan kapanpun,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kiai Ahsan Mas’odi selaku Wakil Rais MWCNU Lenteng mengapresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, acara semacam ini digelar dalam rangka kemaslahatan umat.

“Kami sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini. Juga kepada semua pengurus PRNU Ellak Laok melihat kegiatan yang dilaksanakan selama ini sudah aktif. Terutama Ansor dan Fatayat yang sudah berkali-kali melaksanakan kegiatan dan pergerakan untuk kemaslahatan umat,” tuturnya.

Sementara itu, Kiai Ahmad Holili selaku Sekretaris MWCNU Lenteng juga mengapresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurut kacamatanya, PRNU Ellak Laok sudah selangkah lebih awal dalam mengisi peringatan Harlah NU Ke-96.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PRNU Ellak Laok dan Banom NU Ellak Laok. PRNU Ellak Laok sudah selangkah lebih awal dalam mengisi peringatan Harlah NU Ke-96. Semoga peringatan Harlah NU ini bisa lebih meriah lagi nanti pada tanggal 16 Rajab 1443 H atau yg lebih kita kenal dengan Pekan Rajabiah. Harlah NU menurut kalender Hijriah,” terangnya.

Ikhwan Fajarisman selaku Ketua Panitia mengungkapkan rasa syukur karena acara berlangsung dengan lancar dan tidak ada hambatan.

“Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini berjalan dengan lancar hingga akhir acara. PRNU Ellak Laok dan Banom NU Ellak Laok sudah berkali-kali berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan. Alhamdulillah sampai sekarang kolaborasi kami sangat bersinergi,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 110 orang. Meliputi PRNU Ellak Laok dan Banom NU Ellak Laok. Turut hadir dalam kegiatan yaitu Rais MWCNU Lenteng, Kiai Abd Mannan dan jajaran pengurus MWCNU Lenteng lainnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga